NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kemenag, aparat penegak hukum, akademisi, MUI, dan pemerhati perempuan serta anak membahas maraknya kasus kekerasan seksual di NTB.

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kemenag, aparat penegak hukum, akademisi, MUI, dan pemerhati perempuan serta anak membahas maraknya kasus kekerasan seksual di NTB.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, menyoroti ketidakhadiran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan dan Pondok Pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dalam rapat yang digelar di Kantor DPRD NTB, Kamis (4/6/2026), Isvie mengaku kecewa karena forum yang membahas persoalan serius terkait keselamatan Perempuan dan Anak tersebut hanya dihadiri perwakilan Kemenag NTB.

Menurut Isvie, kondisi NTB saat ini sudah masuk kategori darurat kekerasan seksual. Karena itu, seluruh pihak, terutama instansi yang memiliki kewenangan melakukan pembinaan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, harus menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan tersebut.

“Mana itu Kepala Kemenagnya? Kita ini sudah masuk fase darurat kasus kekerasan seksual, kok Anda tidak punya datanya. Padahal semua kita ini ingin serius mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Isvie dalam forum RDP.

Rapat tersebut dihadiri Komisi V DPRD NTB, perwakilan Kemenag NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Polda NTB, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Akademisi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), IKA Unram, Organisasi Perempuan, serta sejumlah pemerhati anak dan pendidikan.

Baca Juga :  Ketua PBB NTB Apresiasi SBMI dan Polres Lotim Gagalkan Dugaan TPPO 20 Remaja: Ini Penyelamatan Masa Depan NTB

Sorotan Isvie tidak hanya tertuju pada absennya pimpinan Kemenag NTB, tetapi juga minimnya data yang dimiliki terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya.

Menurutnya, data merupakan dasar penting dalam merumuskan langkah pencegahan, pengawasan, hingga penindakan terhadap kasus-kasus yang terus bermunculan di berbagai daerah.

Ia menilai maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, beberapa kasus yang mencuat melibatkan lingkungan pendidikan yang selama ini dipercaya masyarakat sebagai tempat pembentukan karakter dan moral generasi muda.

“Aneh, kasus kekerasan tiap tahun meningkat. Dan terbaru di Bima, Lombok Timur dan Lombok Tengah, tapi kita abai dengan tidak menutup lembaga ponpesnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Isvie juga mengingatkan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman bagi peserta didik. Ia menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik kekerasan seksual, terlebih jika dilakukan oleh oknum yang memiliki posisi dan pengaruh di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Skandal Proyek Islamic Center NTB! Uang Belasan Miliaran Dihabiskan, Tapi Proyek Masih Molor, Gubernur NTB Iqbal Geram

Politisi Golkar itu mengaku prihatin karena berbagai kasus kekerasan seksual terus berulang tanpa diikuti langkah tegas yang memberikan efek jera.

“Sudah jelas ponpes itu menjadi tempat melakukan pelecehan seksual, tapi lembaga pendidikannya tidak dicabut izinnya. Ini yang saya bilang kita ini abai terhadap nasib generasi bangsa kita ke depannya,” katanya.

Isvie menegaskan DPRD NTB akan terus mengawal penanganan kasus kekerasan seksual serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih kuat dalam melindungi perempuan dan anak.

Ia juga memastikan pembahasan mengenai darurat kekerasan seksual di NTB tidak berhenti pada satu pertemuan. DPRD NTB berencana menggelar rapat lanjutan dengan menghadirkan Gubernur NTB dan unsur Forkopimda guna menyusun langkah konkret untuk mencegah dan menekan kasus kekerasan seksual di daerah.

“Gerakan bersama ini siap kita gagas dari DPRD. Harus ada tindakan konkret agar kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan bisa dihentikan bersama-sama,” tandasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:40 WIB

NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Berita Terbaru