SUMBAWAPOST.com, Mataram- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi keluar dari daftar 10 besar provinsi dengan kemiskinan tertinggi di Indonesia! Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bappenas RI secara daring, Senin 17 Maret 2025 Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini.
“Ikhtiar kita dari tahun 2023 hingga 2024 membuahkan hasil signifikan. Alhamdulillah, NTB kini berada di peringkat ke-12 setelah sebelumnya berada di posisi ke-8 provinsi termiskin,” ujar Sekda yang akrab disapa Miq Gite.
Kemiskinan NTB Menurun Signifikan
Berdasarkan data, persentase penduduk miskin NTB per September 2024 tercatat sebesar 11,91%. Angka ini menurun 1,00% dibandingkan Maret 2024 dan turun 1,94% dibandingkan Maret 2023.
Meskipun masih berada di peringkat 12, pencapaian ini menandakan progres nyata dalam upaya menekan angka kemiskinan di NTB. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur masih menduduki peringkat pertama dengan tingkat kemiskinan tertinggi, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kolaborasi dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Sekda menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Ia meminta agar seluruh pihak terus meningkatkan kerja sama dan inovasi agar angka kemiskinan bisa ditekan lebih jauh.
“Kita harus bekerja lebih keras agar angka kemiskinan turun lebih cepat. Jangan sampai ada ‘goyangan’ yang justru membuat posisi kita kembali memburuk,” tegasnya.
Kolaborasi antara Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi, Kabupaten, dan Kota di NTB terus diperkuat. Kepala Bidang Perekonomian & Sumber Daya Alam Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain, S.Pt., M.Si, menjelaskan bahwa strategi utama yang diterapkan mencakup: Peningkatan, pendapatan masyarakat, Pengurangan beban pengeluaran rumah tangga miskin, Pemberantasan kantong-kantong kemiskinan
“Ke depan, program kemiskinan akan menjadi prioritas utama karena ini juga merupakan salah satu fokus utama Gubernur NTB,” jelas Iskandar.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan program antara TKPKD Provinsi dan Kabupaten/Kota agar tidak terjadi tumpang tindih, sehingga program dapat berjalan lebih efektif dan merata.
Fokus pada Ekonomi untuk NTB yang Lebih Sejahtera
Miq Gite berharap bahwa semua sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan perekonomian, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.
“Ini adalah jihad kita bersama dalam mengatasi kemiskinan. Dengan langkah yang terpadu dan fokus pada pembangunan ekonomi, kita bisa membawa NTB menuju kemakmuran,” pungkasnya.
Dengan strategi yang semakin terarah dan kolaborasi yang solid, NTB kini berada di jalur yang benar untuk terus menekan angka kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.










