NTB Luncurkan Zero Down Time Pertama di Indonesia, Kantor Gubernur Resmi Anti Padam

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT PLN (Persero) resmi menerapkan sistem Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur NTB

Peluncuran, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT PLN (Persero) resmi menerapkan sistem Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur NTB

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT PLN (Persero) resmi menerapkan sistem Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur NTB, Jum’at (12/12/2025). Terobosan ini menjadikan NTB sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem kelistrikan tanpa kedip di pusat pemerintahan.

Penerapan Zero Down Time tersebut diproyeksikan menjadi role model nasional bagi provinsi lain dalam membangun keandalan energi, khususnya di kawasan strategis pemerintahan.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas dukungan konsisten dalam berbagai agenda strategis di NTB.

“PLN adalah pahlawan pada setiap kerja besar yang kami laksanakan di NTB. Hampir semua kegiatan besar bisa berjalan, karena dukungan luar biasa dari teman-teman PLN,” ujarnya.

Gubernur Iqbal menegaskan, seiring meningkatnya intensitas kegiatan berskala besar di Kantor Gubernur, kebutuhan akan pasokan listrik yang stabil dan andal menjadi semakin krusial.

“Ke depan, PLN di NTB kedip saja tidak boleh, apalagi mati. Karena kantor gubernur kini menjadi venue banyak event besar dan kegiatan semacam ini energi positif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga memaparkan visi besar kerja sama regional Bali-NTB-NTT yang kini dikemas dalam Forum Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTT (KRBNN). Forum ini memiliki dua klaster utama, yakni integrasi dan cooperation, yang mencakup sektor energi, pariwisata, dan rantai pasok.

Baca Juga :  Pakaian Adat Bukan Sekadar Kain, Tapi WiFi Budaya: Wagub NTB Ungkap Koneksi Leluhur yang Tak Pernah Putus

Salah satu agenda strategis forum tersebut adalah pembangunan Super Grid Bali-NTB-NTT, guna mewujudkan kawasan distribusi energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin ke depan Bali tidak lagi tergantung jaringan Jawa. Bali memakai energi hijau dan kami di NTB-NTT yang memproduksinya,” jelas Gubernur Iqbal.

NTB dan NTT disebut memiliki cadangan energi terbarukan yang sangat besar. Dari 77 bendungan di NTB, potensi pemanfaatan floating solar panel diperkirakan mampu menghasilkan ratusan megawatt listrik hijau, belum termasuk potensi PLTS darat, geothermal, hingga micro-hydro.

Gubernur Iqbal juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Singapura dan Inggris. Singapura bahkan telah menyatakan kesiapan untuk melakukan visibility study pada tahun 2026.

Sementara itu, Komisaris Independen PLN Prof. Ali Masykur Musa menegaskan bahwa Zero Down Time bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan memiliki makna yang lebih dalam.

“Melalui Zero Down Time, kita melihat bagaimana menghadirkan cahaya yang tidak pernah pudar. PLN tidak boleh berkedip, sebagaimana matahari tidak berkedip hingga hari kiamat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar umat, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa alam, air, dan energi harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

Baca Juga :  Nilai Tukar Petani di NTB Meningkat 100 Persen, Sementara Pariwisata Jadi PR

“Mengurus listrik bukan sekadar angka. Ini pekerjaan religius. Dunia dapat, akhirat dijemput melalui pengabdian kepada negeri,” ucapnya.

Prof. Ali juga mengapresiasi kerja keras insan PLN di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, yang tengah memulihkan jaringan kelistrikan.

“PLN berikan pelayanan terbaik. Bangun daya saing dan hadir sebagai solusi. Mandat kita bukan hanya menyalakan lampu, tetapi menyalakan masa depan anak bangsa,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PLN Asyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa Kantor Gubernur NTB kini menjadi salah satu kawasan dengan tingkat keandalan listrik tertinggi di Indonesia.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut kini disuplai oleh dua gardu induk, empat penyulang, dilengkapi lapisan proteksi berlapis, serta sistem changeover switch berbasis GPS yang memungkinkan suplai listrik tanpa jeda.

“Ini bukan hanya bebas padam, tapi bahkan tanpa kedip. Ini komitmen publik bahwa pusat pemerintahan harus punya keandalan tertinggi,” tegasnya.

Asyadany juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Integrasi Control Center UP2B, yang menggabungkan pusat kendali transmisi, distribusi, serta surveillance CCTV dalam satu gedung. Menurutnya, NTB menjadi pilot project nasional sebelum sistem serupa direplikasi ke provinsi lain di Indonesia.

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB