Seniman Hukum Law Firm dan Kiprah Bung Heru, Advokat Muda dengan Seribu Solusi bagi Klien

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Haerudin MS atau Bung Heru, pendiri dan Direktur Seniman Hukum Law Firm, saat memberikan keterangan terkait pentingnya integritas dan profesionalisme dalam profesi advokat di Mataram, NTB, Rabu (10/6/2026).

Muhamad Haerudin MS atau Bung Heru, pendiri dan Direktur Seniman Hukum Law Firm, saat memberikan keterangan terkait pentingnya integritas dan profesionalisme dalam profesi advokat di Mataram, NTB, Rabu (10/6/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Di tengah dinamika dunia hukum yang semakin kompleks, nama Muhamad Haerudin MS atau yang lebih dikenal sebagai Bung Heru menjadi salah satu sosok advokat muda yang cukup diperhitungkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbekal pengalaman, integritas, dan jaringan yang luas, ia dikenal sebagai pendiri sekaligus Direktur Seniman Hukum Law Firm yang berkantor di Pulau Lombok.

Selama hampir satu dekade berkiprah di dunia advokasi, Bung Heru telah menangani beragam perkara hukum, mulai dari sengketa perdata, korporasi, persoalan perizinan, hingga urusan keimigrasian. Pengalamannya yang panjang membuat namanya dikenal luas, termasuk di kalangan pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan hukum profesional.

Tak hanya memimpin Seniman Hukum Law Firm, Bung Heru juga dipercaya sebagai Direktur Mahnun Siddik Law Office, pendiri sekaligus Ketua Yayasan LBH Galang Bulan, serta pernah menjabat sebagai Ketua Pamswakarsa Amphibi Muda Lombok Tengah.

Bagi banyak klien, Bung Heru bukan sekadar pengacara yang bertugas mendampingi di ruang sidang. Ia dikenal sebagai advokat yang selalu berusaha menghadirkan berbagai alternatif penyelesaian masalah sebelum perkara berujung pada proses litigasi.

Menurutnya, keberhasilan seorang advokat tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang dimenangkan di pengadilan, tetapi juga dari kemampuannya menyelesaikan persoalan hukum secara efektif dan efisien demi kepentingan klien.

“Advokat yang baik bukan hanya yang menang di pengadilan, tetapi yang mampu menyelesaikan masalah klien secara efektif. Banyak perkara yang justru selesai melalui jalur non litigasi,” ujar Bung Heru, Rabu malam (10/6/2026).

Baca Juga :  Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia

Di balik kesuksesannya menangani berbagai perkara, Bung Heru memegang satu prinsip yang tidak pernah ditinggalkan, yakni integritas.

Menurut lulusan Universitas Mataram tersebut, profesi advokat menuntut tanggung jawab penuh terhadap klien sejak surat kuasa diberikan. Karena itu, kepercayaan yang diberikan klien harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Sebagai advokat, yang paling penting adalah menjaga integritas dan tanggung jawab terhadap klien. Ketika sudah menerima kuasa, apapun yang terjadi harus tetap bersama klien dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Prinsip tersebut pernah diuji ketika dirinya mengaku mendapatkan tawaran uang dalam jumlah besar dari pihak lawan klien yang ditanganinya. Namun tawaran itu ditolak karena dianggap bertentangan dengan nilai dan etika profesi yang selama ini dijunjung tinggi.

Bung Heru meyakini bahwa kepercayaan klien merupakan aset paling berharga dalam profesi advokat. Baginya, reputasi yang baik tidak dibangun dari keuntungan sesaat, melainkan dari konsistensi menjaga amanah dan profesionalitas.

“Uang bukan yang utama. Kepercayaan klien adalah hal yang paling penting. Kalau kepercayaan itu dijaga, maka nama baik akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkapnya.

Pandangan tersebut menjadi alasan mengapa banyak klien, termasuk pelaku usaha di NTB, mempercayakan pendampingan hukumnya kepada Bung Heru. Rekam jejak yang baik serta komitmen terhadap etika profesi menjadi nilai tambah yang membuatnya tetap dipercaya hingga saat ini.

Selain menjalankan profesi sebagai advokat, Bung Heru juga aktif memberikan konsultasi hukum melalui media sosial. Banyak masyarakat memanfaatkan ruang digital tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan hukum yang mereka hadapi.

Baca Juga :  Menteri Hukum Resmikan 1.166 Posbankum di Desa dan Kelurahan NTB, Keadilan Desa Didorong Berbasis ‘Sabalong Samalewa’

Meski sebagian konsultasi dilakukan tanpa dipungut biaya, pendekatan tersebut justru membuka ruang edukasi hukum yang lebih luas sekaligus membangun hubungan profesional yang berkelanjutan dengan masyarakat.

Bung Heru juga pernah aktif bersama LBH Reform dalam berbagai kegiatan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan yang dijalankan mencakup klinik hukum, konsultasi gratis, sosialisasi hukum, pendidikan paralegal, hingga advokasi perlindungan perempuan.

Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral profesi advokat untuk memberikan akses keadilan yang lebih luas bagi masyarakat.

Di luar kesibukannya sebagai praktisi hukum, Bung Heru dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan olahraga. Ia gemar berlari, bersepeda, hingga bermain domino. Kecintaannya terhadap olahraga domino bahkan membawanya menjadi Ketua Organisasi Olahraga Domino (Orado) Lombok Tengah yang berada di bawah naungan KONI.

Meski masih tergolong muda, Bung Heru memiliki pandangan yang tegas tentang dunia advokasi. Ia menilai seorang advokat harus selalu siap dengan berbagai strategi dan alternatif penyelesaian perkara agar mampu memberikan hasil terbaik bagi klien.

Pesan itu pula yang selalu ia sampaikan kepada para advokat muda yang baru memulai karier di dunia hukum.

“Pesan saya untuk advokat muda, sebelum menangani perkara harus punya seribu solusi. Jangan sampai stagnan karena itu bisa berujung pada kekalahan klien,” pungkasnya.»

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Daun Kelor Merubah Nasib Anak Pelosok Jadi Jutawan
Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat
Diisukan Miliki Hubungan Khusus dengan Istri Orang, Anggota DPRD Dompu: Silakan Laporkan Saya
Gubernur NTB Tegaskan Pers Bukan Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi
6,7 Juta Batang Rokok Ilegal dan 2.820 Liter Miras Dimusnahkan Bea Cukai Mataram
PMI NTB Diproyeksikan Jadi Duta Budaya dan Pariwisata di Luar Negeri
Gubernur Iqbal Lepas Kafilah NTB ke MTQ Nasional Semarang, Bawa Misi Lebih dari Sekadar Juara
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:17 WIB

Daun Kelor Merubah Nasib Anak Pelosok Jadi Jutawan

Kamis, 10 September 2026 - 20:19 WIB

Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat

Kamis, 10 September 2026 - 18:01 WIB

Diisukan Miliki Hubungan Khusus dengan Istri Orang, Anggota DPRD Dompu: Silakan Laporkan Saya

Kamis, 10 September 2026 - 14:31 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Pers Bukan Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 13:12 WIB

120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi

Berita Terbaru

Nasrin, pengusaha asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Mengembangkan Daun Kelor Menjadi Produk Teh Kelor yang Dipasarkan Hingga Mancanegara.

Bisnis & Ekonomi

Daun Kelor Merubah Nasib Anak Pelosok Jadi Jutawan

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:17 WIB

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha Memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).

Pemerintahan

Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat

Kamis, 10 Sep 2026 - 20:19 WIB

Ketua PWI NTB, Dan Wartawan Dari Berbagai Daerah di NTB Mengikuti Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI NTB di Mataram.

Pendidikan

120 Wartawan Ikuti OKK PWI NTB, 54 Peserta Jalani Uji Kompetensi

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:12 WIB