SUMBAWAPOST.com | Jakarta- Delegasi muda Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 mengungkap temuan masifnya iklan rokok yang masih berada di sekitar lingkungan sekolah di sejumlah daerah di Indonesia.
Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan The Unpopular Fest 2026 yang digelar Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Hasil pemetaan lapangan menunjukkan masih banyak iklan rokok yang dipasang dalam radius kurang dari 500 meter dari satuan pendidikan, meskipun aturan nasional telah melarang praktik tersebut.
Di Kabupaten Lombok Utara ditemukan 354 titik iklan rokok pada tiga kecamatan, yakni Bayan, Pemenang, dan Tanjung. Sebanyak 314 iklan atau 88,7 persen berada dalam radius kurang dari 500 meter dari sekolah.
Temuan tersebut berdampak pada sekitar 29.591 siswa yang terpapar promosi rokok setiap hari. Selain itu, tercatat 29.784 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut.
Sementara di Kota Semarang ditemukan 375 titik iklan rokok di tiga kecamatan. Sebanyak 364 iklan atau 97 persen berada dalam radius kurang dari 500 meter dari sekolah. Sedikitnya 74.578 siswa terpapar promosi rokok setiap hari.
Adapun di Jakarta, ditemukan 254 titik iklan rokok di Kecamatan Cilincing, Matraman, dan Tanah Abang dengan jumlah anak yang terpapar mencapai 86.541 orang.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah penegakan hukum terhadap regulasi yang telah ada.
“Tantangan kita sangat serius karena data terbaru menunjukkan 7,4 persen anak Indonesia sudah menjadi perokok aktif, ditambah tren rokok elektrik yang naik signifikan di kalangan remaja. Per Juli 2025, memang tinggal 23 kabupaten/kota yang belum merampungkan Perda KTR, artinya 96 persen daerah sudah punya aturan tertulis. Namun, tantangan terbesarnya ada pada penegakan hukum dan pengawasan di lapangan,” tegas Bima Arya. Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan bahwa isu pengendalian rokok harus menjadi agenda penting dalam upaya melindungi kualitas hidup generasi muda Indonesia.
“Tugas kita hari ini adalah membuat isu yang tidak populer ini menjadi populer karena urgensinya sangat penting bagi perlindungan generasi masa depan,” ujarnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










