Etika Penyelenggara Pemilu Dan Masa Depan Demokrasi: Pelajaran Dari Pusat Hingga Lombok Timur

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar FHISIP Universitas Mataram (Unram), Kurniawan, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya etika penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas, legitimasi, dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Guru Besar FHISIP Universitas Mataram (Unram), Kurniawan, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya etika penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas, legitimasi, dan kualitas demokrasi di Indonesia.

๐‘‚๐‘™๐‘’โ„Ž: ๐พ๐‘ข๐‘Ÿ๐‘›๐‘–๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘›, (Guru Besar ๐น๐ป๐ผ๐‘†๐ผ๐‘ƒ ๐‘ˆ๐‘›๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘š)

DEMOKRASI ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐œ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฉ dinilai dari terselenggaranya pemilu lima tahunan. Ukuran terpentingnya adalah kepercayaan publik bahwa kompetisi berlangsung adil, suara dihitung jujur, dan penyelenggara berdiri netral di atas semua kepentingan.

Karena itu, penegakan etika penyelenggara pemilu semestinya dipahami bukan sebagai urusan internal kelembagaan, melainkan sebagai prasyarat masa depan demokrasi Indonesia terutama di tengah meningkatnya polarisasi politik dan banjir informasi yang kerap memicu kecurigaan publik.

๐ƒ๐ข ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ ๐ง๐š๐ฌ๐ข๐จ๐ง๐š๐ฅ, publik menyaksikan bagaimana persoalan etik dapat mengguncang institusi ketika DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua KPU RI melalui Putusan DKPP Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024 (3 Juli 2024). Kasus ini mengirim pesan tegas bahwa jabatan penyelenggara pemilu tidak kebal dari akuntabilitas etik.

Ketika integritas runtuh, yang terdampak bukan hanya individu, melainkan legitimasi seluruh proses, termasuk kepercayaan pada hasil, penerimaan pihak yang kalah, dan stabilitas pasca pemungutan suara.
Pelajaran serupa muncul juga di daerah.

๐ƒ๐ข ๐๐“๐, ๐ƒ๐Š๐๐ menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Anggota KPU Kabupaten Lombok Timur, Zainul Muttaqin, melalui Putusan Nomor 187-PKE-DKPP/VIII/2024 dan 262-PKE-DKPP/X/2024 (3 Maret 2025). Intinya menegaskan kembali prinsip paling mendasar yaitu penyelenggara harus bebas dari afiliasi serta aktivitas kepartaian. Dalam konteks lokal yang relasi sosialnya rapat, kedekatan dengan elite politik lebih intens, dan tekanan informal sering bekerja melalui jejaring pertemanan maupun kekerabatan, standar netralitas justru harus lebih disiplin, bukan lebih longgar.

Baca Juga :  Miq Iqbal Tegaskan Komitmen Bergandengan Tangan dengan Nahdlatul Wathan Bangun NTB

Daerah bukan alasan untuk kompromi, daerah adalah arena paling menentukan bagi kualitas demokrasi sehari-hari.

Namun penegakan etika tidak boleh berhenti pada sanksi. Etika harus diproduksi sebagai budaya institusional, kebiasaan kerja, dan pengetahuan publik.

๐ƒ๐ข ๐ฌ๐ข๐ง๐ข๐ฅ๐š๐ก ๐ค๐จ๐ฅ๐š๐›๐จ๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š ๐ž๐ญ๐ข๐ค dengan kampus menjadi relevan. Pada Selasa, 9 Juni 2026, DKPP bekerja sama dengan Universitas Mataram menyelenggarakan seminar bertema penegakan etika penyelenggara pemilu.

Forum semacam ini penting untuk mempertemukan pengalaman praktik, pembelajaran kasus, dan kajian akademik, sekaligus memperluas literasi publik tentang batas-batas perilaku penyelenggara mulai dari konflik kepentingan, relasi dengan peserta pemilu, hingga etika komunikasi di ruang publik dan media sosial.

Baca Juga :  Lombok Barat Gelar Kongres Internasional Bahasa Sasak Perdana, Tonggak Baru Lestarikan Warisan Budayaย 

๐€๐๐š ๐ญ๐ข๐ ๐š ๐ฉ๐ž๐ค๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐š๐ง ๐ซ๐ฎ๐ฆ๐š๐ก ๐ฎ๐ญ๐š๐ฆ๐š yang diperhatikan. ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š, transparansi putusan dan standar etik perlu disederhanakan agar mudah dipahami warga. Publik berhak mengerti, bukan hanya mengetahui, mengapa suatu tindakan dinilai melanggar, apa parameternya, dan bagaimana sanksi ditentukan. ๐Š๐ž๐๐ฎ๐š, konsistensi penindakan harus dijaga agar tidak memunculkan kesan pilih-pilih, karena kesan semacam itu lebih merusak daripada pelanggaran itu sendiri. ๐Š๐ž๐ญ๐ข๐ ๐š, tindak lanjut putusan mesti diawasi ketat agar sanksi tidak berhenti sebagai dokumen, institusi terkait harus patuh pada tenggat dan prosedur, sementara masyarakat sipil perlu diberi akses untuk memantau pelaksanaannya.

๐๐š๐๐š ๐š๐ค๐ก๐ข๐ซ๐ง๐ฒ๐š, pemilu yang sah secara prosedur belum tentu dipercaya. Kepercayaan lahir dari integritas, dan integritas bertumpu pada etika yang ditegakkan secara tegas, konsisten, serta terus-menerus dirawat melalui pendidikan, pencegahan, dan koreksi.

Jika etika penyelenggara dijaga, maka pemilu bukan sekadar ritual demokrasi lima tahunan, melainkan mekanisme peralihan kekuasaan yang benar-benar legitimate dan diterima. Di situlah masa depan demokrasi Indonesia dipertaruhkan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru