Ngaku Pro-Perempuan, Kok Dinasnya Mau Dicoret? Gubernur NTB Dapat ‘Kuliah Umum’ dari Aliansi

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Rencana peleburan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ke dalam Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai penolakan. Protes tersebut disampaikan langsung oleh Aliansi Perempuan NTB dalam audiensi bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur NTB, Jumat (2/5).

Aliansi Perempuan NTB menilai kebijakan peleburan ini berpotensi menurunkan kualitas layanan publik bagi perempuan dan anak, serta menghambat program pengarusutamaan gender. Mereka juga menyebut langkah tersebut bertentangan dengan mandat Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2024 tentang Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, serta tidak sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca Juga :  Di Kantor DPRD NTB, KPK Ingatkan Jangan Sampai Korupsi Dimulai Dalam Pikiran Saat Menyusun Anggaran

“Peleburan ini dikhawatirkan akan memperlemah akses masyarakat terhadap layanan perlindungan perempuan dan anak, padahal isu-isu ini sangat krusial,” tegas perwakilan Aliansi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tetap menjadi prioritas pemerintah provinsi. Ia memastikan, meskipun ada peleburan struktur, perhatian terhadap isu gender dan perlindungan anak tidak akan berkurang.

Baca Juga :  Pemprov NTB Siap Sambut HUT NTB ke-66 dan HUT Korpri ke-53

“Isu perempuan dan anak tetap jadi prioritas. Nantinya, pengarusutamaan gender akan diintegrasikan ke seluruh perangkat daerah. Bahkan, saya minta perwakilan perempuan duduk di panitia seleksi (pansel), agar perspektif gender tetap terjaga,” ujar Gubernur Iqbal.

Langkah ini diambil dalam rangka efisiensi birokrasi dan penguatan layanan lintas sektor, namun Gubernur membuka ruang dialog agar proses penggabungan ini tidak mengabaikan kepentingan kelompok rentan.

 

Berita Terkait

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah
Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025
Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah
NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata
Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk
Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas
Ngopi Bareng Berujung Dukungan, PSOI NTB Bidik PT Amman untuk Masa Depan Surfing NTB
Nilai Tukar Petani NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Ini Penyebabnya
Berita ini 200 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:00 WIB

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:35 WIB

Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:11 WIB

Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:00 WIB

NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:42 WIB

Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk

Berita Terbaru