Meski Masih Ditahan, Kasus 6 Aktivis DOB PPS Cipayung Plus Bima Berakhir Damai, DPRD NTB Angkat Bicara

Avatar

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Perkembangan terbaru dari kasus enam aktivis Daerah Otonomi Baru (DOB) PPS Cipayung Plus Bima yang ditetapkan sebagai tersangka atas insiden pelemparan mobil dinas milik Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima saat aksi demonstrasi pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa pada 28 Mei 2025 lalu, kini menunjukkan titik terang.

Meski keenam aktivis tersebut saat ini masih menjalani proses penahanan di Mapolda NTB, penyelesaian kasus ini mengarah ke jalur damai setelah pihak Pemerintah Kabupaten Bima memutuskan mencabut laporan atas insiden tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Abdul Rauf, yang juga merupakan legislator dari Daerah Pemilihan NTB VI (Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima), memberikan apresiasi atas langkah damai yang ditempuh oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  PWI NTB Peduli: Saatnya Insan Pers Bergerak Nyata untuk Korban Bencana

“Secara pribadi, kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima yang telah memilih jalan perdamaian dan mencabut laporan atas peristiwa insiden kemarin,” ujar Abdul Rauf dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk keberpihakan kepada semangat aspirasi masyarakat serta membuka ruang dialog yang lebih sehat antara pemerintah dan generasi muda.

Baca Juga :  Alasan Perusahaan Kelapa Sawit Malaysia Menyukai TKI Asal Lombok

Lebih lanjut, Abdul Rauf berharap proses hukum yang masih berjalan terhadap enam aktivis tersebut dapat segera menemukan solusi terbaik demi menjaga stabilitas sosial dan politik di Bima serta kelangsungan perjuangan aspiratif terkait pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa.

Aksi 28 Mei 2025 lalu merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang disuarakan oleh berbagai elemen pemuda dan mahasiswa di Bima, yang menuntut percepatan realisasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa isu strategis yang terus bergulir dan mendapat dukungan luas dari masyarakat di Pulau Sumbawa.

Berita Terkait

Bupati Bima: Pelantikan Ketua KONI Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Olahraga Kabupaten Bima
dr. H. Irfan Resmi Pimpin KONI Kabupaten Bima, Siap Wujudkan Bima sebagai Lumbung Atlet Berprestasi
Ketua KONI NTB Mori Hanafi Optimistis dr. H. Irfan Mampu Bawa Olahraga Bima Berprestasi di Tingkat Nasional
Mori Hanafi Lantik dr. H. Irfan sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima, Siap Cetak Atlet Berprestasi untuk NTB
KUHAP Baru Jadi Sorotan di Rakernas ADVOKAI di Mataram, ICJR Pertanyakan Kewenangan Advokat yang Masih Sebatas Teks
DJ Cantik di Bima Ditangkap Polisi, Diduga Edarkan Sabu dari Rumahnya
Tak Sekadar Jual Produk, HNI Ajak UMKM NTB Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal
Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:34 WIB

Bupati Bima: Pelantikan Ketua KONI Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Olahraga Kabupaten Bima

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:22 WIB

dr. H. Irfan Resmi Pimpin KONI Kabupaten Bima, Siap Wujudkan Bima sebagai Lumbung Atlet Berprestasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:17 WIB

Ketua KONI NTB Mori Hanafi Optimistis dr. H. Irfan Mampu Bawa Olahraga Bima Berprestasi di Tingkat Nasional

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:08 WIB

Mori Hanafi Lantik dr. H. Irfan sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima, Siap Cetak Atlet Berprestasi untuk NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:22 WIB

KUHAP Baru Jadi Sorotan di Rakernas ADVOKAI di Mataram, ICJR Pertanyakan Kewenangan Advokat yang Masih Sebatas Teks

Berita Terbaru