Ketua PSOI NTB Turun Tangan Pilih Kopi: PSOI Lombok Timur dan Tengah Pilih Kompak Dari Pada Kompor di Tengah Drama Ekas

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB menggelar pertemuan bersama jajaran pengurus PSOI Lombok Timur dan PSOI Lombok Tengah. Pertemuan ini dilangsungkan sebagai langkah menjaga keharmonisan dan memperkuat sinergi antar wilayah, menyusul viralnya video yang menampilkan interaksi Bupati Lombok Timur dengan sejumlah pemandu wisata (boatman) di kawasan Pantai Ekas.

Ketua PSOI Lombok Timur Ozzi menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Namun ia menegaskan bahwa para peselancar dan pelaku wisata tetap solid dalam mendukung pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Pantai Ekas.

“Kami akui, hal seperti itu seharusnya tidak terjadi. Tapi kami ingin menegaskan, kami dari PSOI tidak masuk dalam ranah politik. Fokus kami adalah membangun sinergi untuk kemajuan wisata. Kami tetap kompak dan terus berkoordinasi demi kebaikan pariwisata NTB,” ujarnya dengan penuh kehangatan. Saat pertemuan di salah satu warung Kopi di Kota Mataram, Sabtu (21/06) malam.

Baca Juga :  Bupati Dompu Lepas Tim Persidom ke Liga 4 Nasional: Bukan Sekadar Sepak Bola, Ini Tentang Nama Baik Daerah

Senada dengan itu, Ketua PSOI Lombok Tengah Damar juga menggarisbawahi bahwa hubungan antar komunitas peselancar tetap berjalan baik. Komunikasi dan kolaborasi terus terjaga meski sempat terjadi dinamika.

“Kami tidak terlibat dalam hal-hal di luar aktivitas wisata. Kalau pun ada peristiwa kemarin, kami anggap itu sebagai miskomunikasi saja. Kami tetap solid, terus bertukar informasi, dan mendukung agar wisata NTB bisa semakin maju, baik dari segi infrastruktur maupun kolaborasi,” ungkapnya.

Ketua PSOI NTB, Nurbaya, dalam pertemuan tersebut menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan kedewasaan sikap dua pengurus daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada gesekan di antara PSOI Lombok Timur dan PSOI Lombok Tengah, bahkan keduanya saling menjaga komunikasi dengan baik.

“Alhamdulillah, semua berjalan harmonis. Tidak ada masalah antara PSOI Lombok Timur dan Lombok Tengah. Saya sengaja mempertemukan mereka agar tidak ada pihak yang terseret opini atau asumsi yang tak berdasar. Yang pasti, kekompakan dan koordinasi tetap terjaga,” ujar Nurbaya menyejukkan suasana.

Baca Juga :  Tim Polda NTB Borong 28 Medali di Ajang International Taekwondo Open Championship 2025

Lebih jauh, ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, terutama dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menjaga stabilitas dan semangat kolaborasi dalam membangun pariwisata NTB ke arah yang lebih baik.

“Mari kita jaga emosi, jangan mudah termakan narasi yang menyesatkan. Apalagi besok Pak Gubernur NTB akan turun langsung untuk menyikapi hal ini. Kita semua sebaiknya fokus bekerja, jaga kekompakan, dan bahu membahu membangun pariwisata yang ramah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan semangat persaudaraan, PSOI NTB optimis bahwa kolaborasi antar komunitas selancar dan pelaku wisata di seluruh NTB akan terus memperkuat citra daerah sebagai destinasi unggulan yang aman, nyaman, dan menyatu dengan kearifan lokal.

 

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Setelah 8 Tahun Vakum, Siapkan Rp40 Miliar untuk UMKM dan PMI
Akademisi UNBIM Soroti Lemahnya Aspek Sosiologis Perda, DPRD Kabupaten Bima Diajak Susun Regulasi yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat
DPRD Kabupaten Bima Gandeng UNBIM untuk ‘Sekolah’ di Mataram, Perkuat Kapasitas Kawal Pembangunan
DPRD Kabupaten Bima Sekolah di Mataram, Biar Makin Jago Kawal Anggaran dan Pembangunan Daerah
MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Balapan Digelar 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika
Dari Marshal Lokal Hingga Mario Aji, MotoGP Mandalika Lahirkan Talenta Indonesia Kelas Dunia
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Kebanggaan Indonesia, Disaksikan 670 Juta Penonton di 200 Negara
MotoGP Mandalika Masuk Tahun Kelima, Jadi Kebanggaan Bangsa dan Mesin Promosi Indonesia ke Dunia
Berita ini 194 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Setelah 8 Tahun Vakum, Siapkan Rp40 Miliar untuk UMKM dan PMI

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:07 WIB

Akademisi UNBIM Soroti Lemahnya Aspek Sosiologis Perda, DPRD Kabupaten Bima Diajak Susun Regulasi yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:18 WIB

DPRD Kabupaten Bima Gandeng UNBIM untuk ‘Sekolah’ di Mataram, Perkuat Kapasitas Kawal Pembangunan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:53 WIB

DPRD Kabupaten Bima Sekolah di Mataram, Biar Makin Jago Kawal Anggaran dan Pembangunan Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:30 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Balapan Digelar 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika

Berita Terbaru