Keamanan Dipertanyakan, Pencurian Berulang di Griya Pesona Alam Lingsar Lombok Barat Rugikan Warga

Avatar

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perumahan Griya Pesona Alam, Lingsar, Lombok Barat, yang menjadi lokasi pencurian alat kerja akibat lemahnya sistem keamanan kawasan.

Perumahan Griya Pesona Alam, Lingsar, Lombok Barat, yang menjadi lokasi pencurian alat kerja akibat lemahnya sistem keamanan kawasan.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Rasa aman yang seharusnya menjadi jaminan dasar dalam sebuah kawasan hunian justru dipertanyakan oleh warga Perumahan Griya Pesona Alam Sayang-Sayang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Kasus pencurian kembali terjadi dan memperpanjang daftar insiden serupa yang dinilai sebagai dampak dari lemahnya sistem keamanan yang disediakan pengembang.

Peristiwa terbaru menimpa Ahmad Amrullah, S.T., M.T. Ia kehilangan sejumlah peralatan kerja bernilai tinggi dari gudang rumahnya yang masih dalam tahap pembangunan. Barang-barang tersebut baru sekitar satu minggu dipindahkan ke lokasi, namun raib digondol pelaku pada Rabu malam, 29 April 2026, sekitar pukul 22.30 WITA.

Sejumlah alat kerja seperti genset, jack hammer, gerinda, dan pompa air dilaporkan hilang. Tak hanya itu, pelaku juga merusak bagian konstruksi dengan memotong besi tangga bangunan. Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat material, tetapi juga menghambat proses pembangunan yang harus diulang.

Kejadian ini memicu kekecewaan korban setelah melihat kondisi keamanan kawasan yang dinilai jauh dari memadai. Dengan luas area perumahan yang cukup besar, hanya terdapat tiga petugas keamanan yang berjaga dengan sistem shift delapan jam. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pengamanan lingkungan.

Baca Juga :  Cinta Terlarang Berujung Penjara, Tiga Remaja Mataram Terseret Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Lebih dari itu, kawasan perumahan tersebut tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Di tengah meningkatnya potensi tindak kriminal, ketiadaan sistem pengawasan dasar ini menjadi indikator bahwa aspek keamanan belum menjadi prioritas utama.

Kritik juga mengarah pada kondisi fisik kawasan. Tembok pembatas perumahan dinilai terlalu rendah dan mudah diakses dari luar, sehingga membuka celah bagi pihak tak bertanggung jawab untuk keluar masuk tanpa pengawasan.

Dalam pertemuan antara korban, petugas keamanan, RT/RW, serta perwakilan pengembang PT Varindo Lombok Inti, diakui adanya kelemahan dalam sistem keamanan. Bahkan, kejadian kehilangan disebut bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

Namun, pengakuan tersebut dinilai belum cukup tanpa langkah konkret. Warga menilai pengembang terkesan lamban merespons persoalan yang berulang. Minimnya jumlah petugas keamanan, tidak adanya CCTV, serta lemahnya infrastruktur pembatas kawasan dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam pengelolaan perumahan.

Ahmad Amrullah menegaskan, pengembang seharusnya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan penjualan unit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keamanan sebagai layanan dasar bagi konsumen.

Baca Juga :  Gubernur NTB Serahkan Radiogram Mendagri, Nurul Adha Resmi Jalankan Tugas Bupati Lombok Barat Tanpa Status Plt

“Keamanan itu bukan fasilitas tambahan, tapi kebutuhan utama. Kalau sejak awal pengembang mengabaikan ini, maka warga yang akan terus dirugikan,” tegasnya, Senin 4 Mei 2026.

Ia juga mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan. Evaluasi terhadap izin dan kelayakan pengembang dinilai mendesak, mengingat persoalan ini berpotensi mengancam seluruh penghuni kawasan.

“Pemerintah daerah harus turun tangan. Kalau perlu, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin pengembang. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” lanjutnya.

Laporan resmi atas kejadian ini telah disampaikan ke Polresta Mataram pada Senin, 4 Mei 2026. Korban berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus meningkatkan pengawasan di kawasan rawan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan di kawasan hunian bukan sekadar janji dalam brosur pemasaran, melainkan tanggung jawab nyata yang harus dipenuhi. Tanpa itu, perumahan tidak lagi menjadi ruang aman, melainkan menyimpan potensi kerawanan bagi penghuninya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB