Panwascam Asakota Ajak Warga Berani Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA di Pilkada 2024

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 29 September 2024 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Panitia Pengawas Pemilu (Panwascam) Kecamatan Asakota, Kota Bima mengajak warga untuk berani menolak politik uang dan politisasi SARA di Pilkada 2024.

Ajakan tersebut disampaikan saat sosialisasi pengawasan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota Bima 2024, di Lingkungan Rasalewi, Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Minggu, 29 September 2024

“Mari kita sama-sama menolak politik uang dan politisasi SARA. Mendukung sah-sah saja, tapi hindari politik uang dan Politisasi SARA,” ajak Anggota Panwascam Asakota, Deden Solihin.

Baca Juga :  Akhir Petualangan Ratu Curanmor di Bima: Sang Raja Kabur, Istri Terkurung di Jeruji Besi

Ia mengaku kegiatan sosialisasi pengawasan g yang dilakukan saat ini, bertujuan untuk memberikan edukasi, meminimalisir dan mencegah adanya tindak pidana pemilu (Tipilu). Mengingat saat ini, Pilkada 2024 sudah memasuki tahapan kampanye.

“Kami harapkan juga warga juga aktif melaporkan ada oknum-oknum tertentu yang memberikan uang atau beras (sembako) untuk memiliki paslon tertentu. Karena itu masuk unsur pidana,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Deden berharap warga untuk bersama-sama mengawasi Pilkada 2024 agar bisa berjalan aman dan damai. Diharapkan warga tidak terpancing denga provokasi, saling menghina, mengejek ataupun menjelekan paslon lain.

Baca Juga :  BANMUS DPRD NTB Sambangi Lombok Barat, Bedah PAW DPRD hingga Program Rp1 Miliar Per Desa

“Pilkada 2024 yang Jujur adil (jurdil), dan langsung umum bebas dan rahasia (Luber) harus kita sukseskan bersama-sama,” harapnya.

Sosialisasi pengawasan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota Bima 2024, yang digelar Panwascam Asakota turut tiga anggota Panwascam Asakota, Lurah Jatibaru, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para Ketua RT dan RW. Sosialisasi itu juga menghadirkan pemateri Asrul Sani eks Anggota Bawaslu Kota Bima

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru