SUMBAWAPOST.com, Mataram– Di tengah apatisme politik yang kian menjangkiti generasi muda, Partai Bulan Bintang (PBB) NTB justru mengambil langkah beda. Lewat rapat konsolidasi bersama seluruh DPC se-NTB, Ketua DPW PBB NTB, Nadirah Al-Habsyi, menegaskan bahwa PBB hadir bukan untuk cari sensasi, tapi solusi.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Nadirah Al-Habsyi menegaskan bahwa PBB bangkit bukan karena kekuatan logistik, tapi karena berkah dari Allah dan semangat juang kader-kader militan yang peduli pada umat dan kemanusiaan.
“Kami bangkit bukan karena modal, tapi karena berkah Allah. Kami hadir untuk berdakwah lewat politik dan memberi harapan, terutama untuk generasi muda dan perempuan,” tegas Nadirah Al-Habsyi. Kamis (19/06).
PBB, Rumah Baru Politik Gen Z
Lebih jauh, Nadirah menjelaskan bahwa PBB kini membuka ruang besar bagi Generasi Z yang ingin ikut serta dalam membangun negeri. Politik tak lagi harus kaku dan eksklusif. PBB menjadikan panggung politik sebagai laboratorium pengembangan potensi Gen Z, dari ruang dakwah, digitalisasi gerakan, hingga advokasi isu-isu keumatan dan kemanusiaan.
“Kami ingin Gen Z tak hanya jadi penonton politik, tapi justru jadi aktor utama perubahan. Jangan tunggu tua untuk peduli negeri,” ujarnya.
Perempuan Harus Masuk Sistem, Bukan Menyepi
Tak kalah penting, Nadirah Al-Habsyi juga menegaskan misi PBB dalam mendorong kaum perempuan terlibat aktif dalam sistem politik. Menurutnya, terlalu banyak kebijakan yang diambil tanpa mempertimbangkan kepentingan perempuan dan anak, karena keterwakilan perempuan masih minim.
“Perempuan tidak boleh alergi politik! Hampir semua keputusan publik adalah keputusan politik. Kalau kita ingin kebijakan yang berpihak, maka perempuan harus masuk dalam sistem dan ikut menentukan arah kebijakan itu,” tegasnya.
Politik sebagai Dakwah dan Misi Kemanusiaan
Rapat ini juga menegaskan kembali posisi PBB sebagai partai yang mengedepankan nilai dakwah, kebangsaan, dan kemanusiaan. PBB bukan partai ecek-ecek pencari kursi semata, tapi partai ideologis yang ingin menghadirkan politik yang membangun, bukan membebani.










