SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Barat – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), M. Jafar Yusuf, akhirnya angkat bicara terkait viralnya kasus seorang ibu yang terpaksa membawa pulang jenazah bayinya menggunakan taksi online karena diduga tidak mendapat bantuan transportasi dari rumah sakit atau pemerintah.
Dalam pernyataannya, M. Jafar menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa serta merta dijadikan alasan untuk menyalahkan Baznas atau pihak lain secara sepihak.
“Kalau saja ibu tersebut bersabar dan melaporkan ke Baznas KSB atau ke Pemda, pasti ada jalan keluarnya. Kami terbuka untuk membantu, apalagi untuk kasus kemanusiaan,” tegas Jafar, Minggu (13/4/2025).
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari-cari celah dan kelemahan lembaga seperti Baznas maupun pemerintah daerah.
“Yang disayangkan, kondisi seperti ini malah dijadikan bahan untuk menyerang. Padahal bisa diselesaikan dengan komunikasi. Baznas selalu ada untuk masyarakat, tapi kami juga butuh informasi langsung dari warga,” tambahnya.
Jafar menekankan, Baznas KSB tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau krisis. Namun, partisipasi aktif masyarakat untuk melapor sangat penting agar bantuan bisa tepat sasaran dan cepat diberikan.









