Kerja Nyata Bupati Sumbawa Jarot, Ribuan Pekerja Dilindungi, Akses Kuliah Dibuka Tanpa Batas

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com | Sumbawa- Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumbawa Bugis serta Universitas Terbuka (UT) Mataram melalui penandatanganan Nota Kesepakatan, Jumat (28/11/2025), di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumbawa, Ni Luh Putu Martini; Direktur UT Mataram, Heriyanto, S.IP; serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumbawa, Ni Luh Putu Martini, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat perlindungan para pekerja, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 dan 8 yang menekankan urgensi jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Tujuannya memastikan risiko yang dialami pekerja tidak mengganggu stabilitas ekonomi mereka maupun pemerintah daerah. Kami berharap sinergi dengan Pemkab Sumbawa ke depan semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga :  8.000 Pekerja Rentan ‘Dapat Perisai’, Wagub NTB Umi Dinda Gaspol Lindungi Pekerja Lewat Paritrana Award 2025

Direktur Universitas Terbuka Mataram, Heriyanto, S.IP, menyampaikan apresiasi karena UT dipercaya menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Ia menekankan bahwa UT hadir dengan misi pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

“Semoga kehadiran UT dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Sumbawa. Dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, siapa pun, di mana pun, dapat menempuh kuliah. Harapannya, meningkatnya kualitas SDM akan berdampak pada kemajuan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyebut bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini membawa harapan besar bagi ribuan pekerja dan keluarga mereka. Ia menegaskan bahwa ruang lingkup kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja rentan dan sektor informal seperti petani, nelayan, UMKM, sopir, buruh bangunan, hingga pedagang kecil.

Selain itu, ia menilai kerja sama dengan Universitas Terbuka sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi masyarakat serta Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga :  Ditargetkan Jadi Kawasan Agrowisata, Desa Tepal Ditanami 2.500 Pohon Kopi dan Durian

“Saat pandemi COVID-19, banyak perguruan tinggi mengadopsi model pembelajaran digital seperti UT. Sekarang kuliah dapat dilakukan secara online tanpa batas ruang dan waktu. Ini memudahkan para pekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, bahkan S3,” ungkapnya.

Bupati menekankan bahwa dokumen kerja sama ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja nyata di lapangan. Ia mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas dukungan dalam pendataan, monitoring, hingga sosialisasi, sekaligus memberikan penghargaan kepada Universitas Terbuka yang telah membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat dan ASN Sumbawa.

“Ketika kualitas SDM meningkat, pelayanan publik membaik, daya saing daerah ikut terangkat. Inilah kontribusi penting bagi arah pembangunan Sumbawa ke depan,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan serta penyerahan plakat dari Universitas Terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

 

Berita Terkait

Wabup Lobar Kaget! 90 Persen Dana Rp1 Miliar per Desa Hanya untuk Proyek Fisik, Stunting Terabaikan
Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:42 WIB

Wabup Lobar Kaget! 90 Persen Dana Rp1 Miliar per Desa Hanya untuk Proyek Fisik, Stunting Terabaikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Berita Terbaru