Harga Beras Mulai Jinak di NTB, Tapi Lombok Utara Masih Ngeyel di Atas HET

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 14:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pengendalian Harga Beras secara virtual dari Kantor Perum Bulog Kanwil NTB, Jumat (7/11/2025) pagi.

Rakor nasional tersebut digelar untuk mengoptimalkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan dari seluruh provinsi.

Narasumber utama Rakor berasal dari Kabareskrim Polri, Bapanas, dan Bulog Pusat, yang memaparkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras menjelang akhir tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Aidy Furqan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional memastikan harga beras tetap stabil dan daya beli masyarakat terlindungi.

“Kegiatan ini dalam rangka optimalisasi penyaluran beras SPHP di titik-titik lokasi pemantauan, dengan menghadirkan seluruh stakeholder yakni Bulog, Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, serta Bulog Pusat,” ujar Aidy.

Berdasarkan hasil laporan nasional, Provinsi NTB termasuk dalam Zona I, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras ditetapkan sebesar Rp14.900/kg untuk beras premium dan Rp13.500/kg untuk beras medium.

Aidy menegaskan, harga beras premium di NTB saat ini sudah menunjukkan tren penurunan dan mulai menyesuaikan dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia mengakui harga beras medium di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Lombok Utara, masih tercatat di atas HET, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan penyaluran SPHP secara lebih intensif.

Baca Juga :  Sekda NTB Puji Disnakertrans Gelar Job Fair untuk Geliat Ekonomi Daerah

“Hasilnya, NTB termasuk zona I. Harga beras premium sudah turun sesuai HET, namun untuk beras medium masih di atas HET, terutama di Kabupaten Lombok Utara,” jelasnya.

Melalui Rakor ini, Aidy berharap koordinasi antar instansi semakin solid dalam menjaga stabilitas harga beras di seluruh wilayah NTB, sekaligus mendukung upaya nasional dalam menekan inflasi pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Aidy kembali mengingatkan pesan penting kepada seluruh masyarakat NTB untuk stop boros Pangan. “Stop boros Pangan,”katanya

 

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru