Sumbawa Bergetar oleh ‘Mero Manto’, Bupati Janji Buka Ruang Luas untuk Sineas Muda

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar – Komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS) sukses menggelar event bertajuk Mero Manto di Museum Bala Datu Ranga, Sumbawa Besar, Sabtu malam. Acara yang menampilkan pemutaran film bertema kebudayaan ini turut dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menyampaikan apresiasinya kepada SCS atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pengenalan budaya Sumbawa harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, dengan memanfaatkan media-media kreatif.

Baca Juga :  Wagub NTB Ingatkan Pelestarian Budaya Bima Bukan Cuma Urusan Tetua, Tapi Tugas Semua Perempuan

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi SCS dalam menggeliatkan dan mengenalkan kebudayaan Sumbawa melalui film. Pengenalan budaya tidak hanya melalui museum, tetapi juga melalui program kreatif seperti Mero Manto ini,” ungkapnya. Sabtu (17/5).

Bupati juga mendorong para sineas muda untuk terus berkarya dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam film. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya para pegiat budaya, untuk mengekspresikan karya dan identitas budaya Sumbawa.

Baca Juga :  Teluk Saleh Bakal Jadi Rumah Mewah Hiu Paus, Warga NTB Ikut ‘Check-in’ Ekosistem

“Insya Allah, budaya kita akan terus berkembang dan dikenal lebih luas,” kata H. Jarot.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Mero Manto, Yuli Andari, mengungkapkan bahwa event ini membawa misi besar, yakni menyampaikan pesan-pesan kebudayaan ke seluruh penjuru Sumbawa melalui film.

“Lewat Mero Manto, kami ingin menjadikan budaya sebagai sesuatu yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Mero Manto adalah bentuk kecintaan kami terhadap budaya Sumbawa,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB