Kasus Ayam Hilang Hebohkan Desa di Dompu, Ending-nya? Maaf-Maafan dan Foto Bareng di Polsek

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Persoalan sepele bisa berujung sengketa jika tidak segera diselesaikan. Hal itulah yang terjadi di Desa Katua, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Kasus dugaan pencurian ayam sempat memanaskan hubungan antarwarga, sebelum akhirnya berhasil diselesaikan secara damai melalui mediasi di Polsek Dompu, Jumat (11/07)

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Katua, Bripka Ady Soepriadin, didampingi Kanit Reskrim Polsek Dompu. Pihak-pihak yang berselisih yakni Riki Perdana dan rekan-rekannya sebagai terlapor, serta Mustamin Idris selaku pelapor.

Bertempat di ruang mediasi Polsek Dompu, pertemuan berlangsung dengan suasana terbuka dan persuasif. Setelah melalui proses musyawarah, kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut kemudian diformalkan melalui surat pernyataan yang ditandatangani bersama, disaksikan aparat kepolisian.

Baca Juga :  NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata

Bripka Ady mengatakan, upaya penyelesaian melalui problem solving ini merupakan bagian dari pendekatan restoratif justice. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga merajut kembali hubungan sosial yang sempat renggang agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Pendekatan seperti ini lebih mengutamakan rasa keadilan, perdamaian, dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Bripka Ady di sela-sela mediasi.

Tak hanya memfasilitasi perdamaian, jajaran Polsek Dompu juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan imbauan kamtibmas. Masyarakat diminta tetap menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor jika terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB Hassanudin Masuk Lapas Mataram

Selain itu, warga juga diajak berpartisipasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satu bentuknya dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan, sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2025.

Dengan selesainya kasus ini secara damai, Polsek Dompu berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat, khususnya dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan lingkungan.

Berita Terkait

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Selasa, 21 April 2026 - 12:10 WIB

Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Berita Terbaru