Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Saat Menyampaikan Pandangan Pemerintah Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Saat Menyampaikan Pandangan Pemerintah Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal secara terbuka mengakui Reformasi Sektor Pendapatan Daerah belum disentuh sejak dirinya dilantik pada 20 Februari 2025.

Pengakuan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB saat menyampaikan Pandangan Pemerintah terhadap hasil Evaluasi Menteri Dalam Negeri terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 beserta Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabarannya.

Rapat Paripurna yang digelar Di Ruang Rapat Kantor Gubernuran, Kamis Malam (3/9/2026) itu dipimpin Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda, didampingi Wakil Ketua DPRD NTB HL Wirajaya, H Yek Agil dan H Muzihir, yang dihadiri Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal, sejumlah Anggota DPRD NTB, Perwakilan Forkopimda serta kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan Media.

Menurut Iqbal, persoalan pendapatan daerah NTB tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pengumpulan pajak dan retribusi. Persoalan yang lebih mendasar justru berada pada Sistem Pengelolaannya.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Organisasi Internasional Masuk NTB, Gubernur Iqbal Beberkan Penyebab Kemiskinan Belum Turun Signifikan

“Sektor pendapatan ini bukan saja belum memenuhi harapan Kita, bukan saja soal rendahnya Pengumpulan Pajak dan Retribusi, tapi masalahnya Persoalan Sistem. Sistem Pengelolaan Pendapatan Kita mesti buruk, buruknya secara Sistemik, sehingga perubahan yang dibutuhkan Betul-betul pembenahan yang Sistemik,” kata Iqbal.

Ia menjelaskan, sejak awal Memimpin NTB, pembenahan Tata kelola Pemerintah masih lebih banyak diarahkan pada Perencanaan Anggaran, Cash flow, Belanja, serta tata kelola Aset.

“Terkait dengan catatan ini, saya ingin sampaikan bahwa sejak dilantik tanggal 20 Februari 2025 hingga saat ini, saya memang belum menyentuh Reformasi dan Pembenahan di Sektor Pendapatan,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, ke depan Sektor Pendapatan akan mendapatkan perhatian lebih besar. Terlebih, posisi Sekretaris Daerah dan Inspektur telah tersedia untuk mendukung Pembenahan tata kelola Pemerintahan.

Baca Juga :  Kapolda NTB Siaga Total, FORNAS VIII 2025 Harus Aman Tanpa Cela

“Insyaallah di hari-hari mendatang, dengan sudah ada Sekda, sudah ada Inspektur, sehingga Saya akan memberikan perhatian lebih besar dalam upaya Pembenahan total di sektor Pendapatan ini,” katanya.

Catatan evaluasi Menteri Dalam Negeri sendiri menekankan perlunya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penetapan target berdasarkan potensi riil, peningkatan penagihan Pajak dan Retribusi, perluasan Elektronifikasi Transaksi, Pengelolaan Kekayaan Daerah, serta peningkatan kinerja BUMD.

Iqbal memastikan hasil Evaluasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui rencana aksi perbaikan yang konkret dan terukur.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, ingin membangun Tata kelola Anggaran yang tidak hanya tertib secara Administrasi, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi Masyarakat.

“Kita ingin Membangun NTB dengan Anggaran yang berkualitas, belanja yang memberikan hasil, dan Pengelolaan Keuangan yang mampu meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB