ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri Bersama Jajaran ASN Saat Apel Pagi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB.

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri Bersama Jajaran ASN Saat Apel Pagi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Persoalan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sorotan dalam apel pagi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kamis (3/9/2026).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, Tri Budiprayitno, mengungkap adanya Pegawai yang tercatat tidak masuk kerja hingga 93 hari. Selain itu, terdapat sejumlah Pegawai lain dengan catatan ketidakhadiran mencapai puluhan hari.

Catatan tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, memimpin apel pagi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB.

Baca Juga :  Waspada! Nama Bank NTB Syariah Dipakai Buat Nipu, Begini Cara Bedakan Akun Asli dan Akun Bohongan Bermodus 'Sok-Syariah'

Kepala BKD menegaskan, pelanggaran disiplin ASN memiliki konsekuensi dan proses penanganannya dilakukan secara berjenjang.

“Pelanggaran disiplin ASN memiliki konsekuensi bertingkat. Proses pembinaan dan penindakan juga menjadi tanggung jawab berjenjang, termasuk bagi pejabat yang tidak menanganinya. Bukan kata saya, bukan kata Bapak, tapi kata aturannya,” tegas Kepala BKD.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjauhi narkoba, judi online, dan pinjaman online. Menurutnya, persoalan tersebut dapat mengganggu kondisi ekonomi keluarga sekaligus berdampak terhadap semangat kerja ASN.

Baca Juga :  Gubernur Miq Iqbal: Jangan Biarkan NTB Terpecah oleh Perbedaan Suku dan Agama

Dalam kesempatan yang sama, Wagub Indah Dhamayanti Putri mengingatkan agar organisasi tidak hanya melihat prestasi, tetapi juga berani mengakui dan mencatat berbagai kekurangan untuk kemudian diperbaiki.

“Jangan terjebak pada prestasi. Belajarlah mencatat apa saja kealpaan dan kekurangan kita. Kalau hanya terpaku pada prestasi, kita lupa memperbaiki sistem,” tegasnya.

Wagub menilai organisasi yang sehat harus mampu melakukan evaluasi secara terbuka. Kekurangan yang ditemukan tidak semestinya ditutupi, melainkan menjadi bahan untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan kinerja.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Berita Terbaru