Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Saat Mengungkap Persoalan Pencatatan dan Sertifikasi Aset Daerah.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Saat Mengungkap Persoalan Pencatatan dan Sertifikasi Aset Daerah.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Persoalan Aset Daerah menjadi salah Satu Catatan serius yang diungkap Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB saat menyampaikan pandangan Pemerintah terhadap hasil Evaluasi

Menteri Dalam Negeri terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 beserta Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabarannya.

Rapat paripurna yang digelar Di Ruang Rapat Kantor Gubernuran, Kamis Malam (3/9/2026) itu dipimpin Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda, didampingi Wakil Ketua DPRD NTB HL Wirajaya, H Yek Agil dan H Muzihir, yang dihadiri Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal, sejumlah anggota DPRD NTB, perwakilan Forkopimda serta kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Iqbal mengakui, persoalan Aset Daerah ternyata jauh lebih kompleks dari perkiraan awal. Pemerintah Provinsi NTB bahkan masih harus berkutat pada persoalan mendasar berupa Pencatatan dan Sertifikasi Aset.

“Di Aset, memang Pendapatan dari Aset masih belum sesuai harapan. Ketika di awal kita mulai memimpin bayangan Kita adalah Kita akan membenahi Tata kelola Aset. Ternyata masalahnya tidak sesederhana itu,” kata Iqbal.

Baca Juga :  FORNAS VIII NTB Pecahkan Rekor, 18 Ribu Peserta Tumpah Ruah, Miq Iqbal: Ini Bukan Sekadar Olahraga, Ini Persatuan Bangsa

Menurutnya, persoalan aset bukan semata-mata bagaimana mengkapitalisasi Aset agar menghasilkan pendapatan bagi daerah. Masalah yang ditemukan justru berada pada pencatatan Aset.

“Ternyata bukan bagaimana mengkapitalisasi aset untuk bisa memperoleh pendapatan yang cukup signifikan. Tapi persoalannya lebih dalam dari itu, pencatatan aset kita sangat buruk. Sehingga hari-hari ini kita hanya fokus untuk pencatatan Aset, sertifikasi Aset-aset,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Pemprov NTB belum dapat memaksimalkan aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan.

“Karena situasinya yang seperti itu, maka belum bisa dikapitalisasi. Kita belum bisa meningkatkan pendapatan dari sektor aset. Setahun terakhir ini kita fokus hanya untuk pencatatan, perbaikan pencatatan Aset,” kata Iqbal.

Bahkan, Iqbal mengungkapkan masih terdapat Aset yang tidak dilengkapi dokumen. “Banyak Aset-aset kita bahkan tidak ada Surat-suratnya,” ungkapnya.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai kondisi tersebut. Beberapa kepala Desa pernah menemuinya untuk meminjam Aset. Namun setelah dilakukan pengecekan, Aset yang diketahui oleh Desa sebagai milik Provinsi tersebut ternyata tidak tercatat dalam Administrasi Pemprov NTB.

Baca Juga :  Bukan Jalan-jalan ke Jakarta, DPRD NTB ‘Gaspol’ Kawal Nasib TKI Lewat Raperda dan RUU

“Beberapa kepala Desa menemui saya mau pinjam Aset, ternyata setelah dicek Aset itu tidak ada di dalam catatan kita. Jadi justru Desa mengetahui bahwa itu adalah Aset Provinsi, tetapi kita sendiri tidak memiliki catatannya. Ada Aset-aset juga yang dalam sengketa dan sebagainya,” tuturnya.

Iqbal menegaskan, pemerintah saat ini masih menyelesaikan pekerjaan paling mendasar dalam pengelolaan Aset sebelum masuk pada tahap Pemanfaatan dan Kapitalisasi.

“Jadi kami masih melakukan pekerjaan yang sangat mendasar di aset ini, jadi belum bisa melompat ke kapitalisasi. Insya Allah di hari-hari mendatang kami akan mulai fokus ke Aset dan Perbaikan Sistem Pengelolaan Pendapatan,” katanya.

Setelah pencatatan Aset diperbaiki, Pemprov NTB akan mulai mengarahkan perhatian pada Pemanfaatan dan Kapitalisasi Aset yang telah tercatat dengan baik.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB