Gen Z MAN 2 Mataram Dikasih ‘KTP Politik’, KPU NTB Tantang Siswa Berani Bersuara, Jangan Cuma FOMO

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 15:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Mataram- KPU Provinsi NTB bersama RRI Mataram kembali menyasar pemilih pemula lewat program edukasi politik bertajuk ‘Speak Up: Berani Bersuara Berani Memilih’ di MAN 2 Mataram, Senin (24/11). Ruang aula sekolah mendadak hidup oleh antusiasme ratusan siswa yang ingin memahami dunia kepemiluan dari para ahlinya.

Hadir sebagai pemateri, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU NTB, Agus Hilman, Kepala Sekolah MAN 2 Mataram H Lalu Syauki, serta perwakilan Kanwil Kemenag NTB Karya Gunawan.

Dalam paparannya, Agus Hilman menekankan pentingnya keberanian bersuara bagi generasi muda. Menurutnya, pemilih pemula memegang peran strategis pra dan pasca pemilu, terlebih Gen Z yang jumlahnya dominan.

“Jangan takut berbicara politik, Gen Z harus berani bersuara dan menentukan pilihan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa program Speak Up digelar untuk memastikan siswa melek politik sejak dini. “Tujuannya bagaimana siswa-siswi melek politik, karena 17 tahun sudah berhak memilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Baznas NTB Tebar Berkah, Wagub Umi Dinda Ingatkan: Bantuan Bukan Buat Rebahan, Tapi Buat Bangkit

Agus juga mengingatkan bahwa berbicara soal politik pun harus dilakukan secara benar. “Jangan asal bersuara, jangan asal pilih. Itu yang tidak boleh, apalagi dengan menyebar hoaks, dengan memaksa, kekerasan atau membully,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan seorang siswi terkait fenomena Gen Z yang kerap FOMO saat memilih, Agus memberikan perspektif berbeda. “FOMO itu sisi lain ada yang positif juga, seperti meningkatkan partisipasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita memilih karena melihat visi dan misi kandidat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki mengungkapkan bahwa siswanya sudah saatnya melek politik. Ia menceritakan bahwa sekolahnya bahkan mempraktikkan sistem mini pemilu dalam pemilihan ketua ORSIMA, lengkap dengan debat, kampanye, hingga pencoblosan. “Hal ini harus kita biasakan,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU NTB Siapkan Aplikasi Digital PAW 2026, Pastikan Tak Ada Lagi Sengketa Proses Politik Lokal

Syauki mengapresiasi KPU NTB yang telah hadir memberikan pendidikan pemilih pemula. “Kita ingin membentuk siswa-siswi MAN 2 Mataram yang siap berlabuh dimana dan menjadi warga negara yang baik,” imbuhnya.

Dari Kemenag NTB, Karya Gunawan menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat. “Etika harus diutamakan dan ada tahapan-tahapan dalam penyampaian pendapat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung upaya Kemenag dalam mencegah radikalisme di sekolah. Salah satunya melalui kurikulum cinta, yang menjadi pendekatan untuk membentuk karakter toleran dan mencegah paham ekstrem.
Program ini menurutnya sangat relevan di era digital yang rawan disusupi informasi menyesatkan.

Berita Terkait

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Berita Terbaru