Gas Langka, Perumda Mati Suri, PKL Terdampak! EK-LMND ‘Bedah’ Kinerja Pemkot Bima di Hadapan Wali Kota

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menerima audiensi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Bima di Aula Parenta

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menerima audiensi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Bima di Aula Parenta

SUMBAWAPOST.com| Bima- Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menerima audiensi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Bima di Aula Parenta, Kamis (11/12/2025). Hadir mendampingi Wali Kota, Asisten II Setda Kota Bima Drs. H. Supratman, M.AP, Kepala Badan Kesbangpol, Kadis PUPR, dan Kasat Pol PP.

Ketua EK-LMND Kota Bima, Rahmat Ardiansyah, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tersebut tetap independen dan membawa delapan tuntutan penting. Tuntutan itu meliputi: pengaktifan kembali BUMD (Perumda), penanganan tegas kelangkaan LPG 3 kg, evaluasi pendidikan tinggi di Kota Bima, jaminan bagi PKL terdampak penertiban, evaluasi program Kota Bima BISA, percepatan perbaikan infrastruktur pinggiran termasuk Kelurahan Nungga, pencabutan izin kafe yang diduga menjual miras dan praktik prostitusi, serta penghentian seluruh bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasinya. Masukan mahasiswa, katanya, menjadi energi baru bagi pemerintah dalam melakukan pembenahan.

Terkait rencana pengaktifan kembali Perumda, ia menekankan perlunya kajian teknis dan teknokratik yang matang agar penyertaan modal tidak sia-sia.

Baca Juga :  Serangan Mematikan di Jalan Adisucipto Mataram: 6 Orang Jadi Tersangka Termasuk Anak di Bawah Umur, Begini Peran Masing-masing Pelaku 

“Saya senang ada adik-adik EK LMND yang mengawal. Kritik yang membangun dan memberi solusi, itulah yang kita harapkan,” ujarnya.

Wali Kota kemudian menjelaskan kondisi keuangan daerah. Pemotongan dana transfer pusat menyebabkan APBD 2026 turun drastis sekitar Rp300 miliar, sehingga total anggaran belanja diperkirakan hanya Rp725,12 miliar. Kondisi ini membuat pemerintah harus mengambil langkah terukur dan tidak gegabah.

Terkait kelangkaan LPG, ia menegaskan sikapnya. “Saya butuh kekuatan dari luar untuk membantu mengatasi mafia gas. Saya akan minta Dinas Koperindag menindak pengecer dan oknum nakal. Hal ini juga berlaku untuk mafia miras yang berlindung di balik izin restoran,” tegasnya.

Mengenai penertiban PKL, Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberikan solusi. Melalui Baznas Kota Bima dan Baznas NTB, rombong serta bantuan keuangan sudah disalurkan.

“Yang belum dapat akan kita bantu melalui Koperindag. Kota ini harus tertib. Kalau tidak kita tertibkan, kita akan kebablasan. Hak pejalan kaki harus dihormati,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT ke-23 Kota Bima, Senator Mirah: Stop Euforia, Kado Terbaik adalah Kolaborasi dan Aksi Nyata Bangun Daerah

Soal penertiban kafe dan peredaran miras, Wali Kota menyebut Pemkot telah melakukan razia, dua kali memberi teguran tertulis, dan menyita barang bukti.

“Saya butuh dukungan kalian. Kadang ada kelompok atau orang tertentu yang harus kita lawan bersama,” tambahnya.

Terkait permintaan evaluasi program Kota Bima BISA, ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan gerakan moral, bukan hanya slogan. Tujuannya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan asri.

Pada tuntutan penghentian kekerasan terhadap perempuan, Wali Kota kembali menegaskan komitmennya. “Tidak ada toleransi terhadap kekerasan perempuan. Kita harus bersama menjaga moral dan budaya Kota Bima, agar tetap aman dan bermartabat,” imbuhnya.

Audiensi tersebut berlangsung dialogis dan konstruktif. Pemerintah Kota Bima menegaskan tetap terbuka terhadap kritik dan siap berkolaborasi dengan mahasiswa dalam memperkuat kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.

 

Berita Terkait

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat, Ketua Satgas NTB Ingatkan Mitra dan Yayasan
3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, DPMPTSP Dorong Ekonomi Tak Lagi Bergantung Tambang
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:40 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat, Ketua Satgas NTB Ingatkan Mitra dan Yayasan

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 - 14:14 WIB

DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB