SUMBAWAPOST.com, Bima – Suasana ruang kerja Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, tiba-tiba memanas. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima tak datang untuk sekadar berbasa basi mereka datang dengan tuntutan keras.
Pendidikan, pengangguran, dan nasib pemuda Kota Bima menjadi sorotan tajam. HMI menantang Pemkot untuk membuktikan bukan hanya janji, tapi aksi nyata.
Meski Wali Kota berusaha meredam ketegangan dengan apresiasi, menyebut HMI sebagai mitra strategis, namun mahasiswa tak puas hanya dengan pujian. Mereka mendesak langkah konkret.
Ketua Umum HMI Cabang Bima, Irwan Amirullah, langsung menohok dengan sederet tuntutan tajam:
1. Lapangan kerja untuk pemuda. HMI menuntut pemerintah segera menciptakan peluang nyata, bukan sekadar janji politis.
2. Pendidikan berkualitas. Pemkot didesak tak hanya membangun gedung, tapi juga memastikan mutu pendidikan meningkat.
3. Infrastruktur dan lingkungan yang layak. HMI menyoroti kondisi Kota Bima yang masih jauh dari ideal aksesibilitas minim, sampah berserakan, dan kebutuhan air bersih yang sering terabaikan.
“Kami tidak ingin sekadar diskusi tanpa hasil. Kami ingin komitmen nyata. Pemerintah harus berani membuka ruang bagi pemuda dan bertindak cepat dalam menangani isu-isu mendesak ini,” tegas Irwan.
HMI juga menantang Pemkot agar lebih peduli terhadap kebersihan kota, peningkatan sistem transportasi, serta memastikan pembangunan yang ramah lingkungan.
Wali Kota Bima berusaha meyakinkan mahasiswa bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan pembangunan yang inklusif. Namun, apakah janji ini benar-benar akan ditepati atau hanya sekadar angin surga?
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa suara pemuda tak bisa lagi diabaikan.









