SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat – Sebuah karya kreatif bertema sosial kembali lahir dari tangan-tangan muda NTB. Film pendek berjudul “Kukira Teduh”, hasil produksi siswa-siswi SMKN 2 Kuripan, resmi ditayangkan pada Minggu (4/5) dan mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., dan Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal.
Film tersebut mengangkat kisah Ayu, seorang gadis yang kehilangan figur ayah, lalu harus menghadapi kenyataan pahit dari orang yang ia percayai. Isu kekerasan terhadap perempuan dikemas dengan alur emosional yang kuat dan menyentuh hati.
“Saya bangga, bukan hanya karena ini karya anak bangsa, tetapi ini adalah karya anak-anak Nusa Tenggara Barat. Ini membuktikan bahwa potensi besar itu ada di daerah,” ujar Wakil Gubernur NTB dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti dominasi perempuan dalam proses produksi film ini, dari penyutradaraan hingga teknis lapangan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kapasitas perempuan NTB dalam dunia industri kreatif yang kerap didominasi laki-laki.
Lebih jauh, Wakil Gubernur berharap film ini bisa menjadi medium edukasi untuk membangun keberanian perempuan dalam menyuarakan persoalan hidup mereka.
“Masih banyak kasus yang tak terungkap karena korban takut, malu, atau tak punya ruang aman untuk bercerita. Semoga film ini bisa membuka mata dan hati kita semua,” ujarnya.
Senada, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal juga memberikan apresiasi penuh terhadap film tersebut. Ia menyebut film ini bukan hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga membawa pesan sosial yang sangat relevan.
“Ini bukan sekadar cerita fiksi. Isu-isu tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah realitas yang ada di sekitar kita. Kadang, pelakunya justru orang terdekat korban,” tegas Sinta.
Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peka dan peduli terhadap perubahan sikap atau perilaku di sekitar mereka.
“Kalau ada teman, saudara, atau adik kita yang berubah sikap, jangan cuek. Mungkin saja mereka sedang menyimpan luka yang tidak terlihat. Kita semua punya peran untuk menjadi pendengar dan penolong,” tutupnya.









