Film Anak SMK Kuripan ‘Kukira Teduh’ Bikin Geger, Bongkar Sisi Gelap di Balik Senyum Perempuan, Wagub NTB Sampai Terpukau

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat – Sebuah karya kreatif bertema sosial kembali lahir dari tangan-tangan muda NTB. Film pendek berjudul “Kukira Teduh”, hasil produksi siswa-siswi SMKN 2 Kuripan, resmi ditayangkan pada Minggu (4/5) dan mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., dan Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal.

Film tersebut mengangkat kisah Ayu, seorang gadis yang kehilangan figur ayah, lalu harus menghadapi kenyataan pahit dari orang yang ia percayai. Isu kekerasan terhadap perempuan dikemas dengan alur emosional yang kuat dan menyentuh hati.

“Saya bangga, bukan hanya karena ini karya anak bangsa, tetapi ini adalah karya anak-anak Nusa Tenggara Barat. Ini membuktikan bahwa potensi besar itu ada di daerah,” ujar Wakil Gubernur NTB dalam sambutannya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Didampingi Sekda Pimpin Kemah Bakti dan Outbond di Taman Wisata Gunung Jae

Ia juga menyoroti dominasi perempuan dalam proses produksi film ini, dari penyutradaraan hingga teknis lapangan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kapasitas perempuan NTB dalam dunia industri kreatif yang kerap didominasi laki-laki.

Lebih jauh, Wakil Gubernur berharap film ini bisa menjadi medium edukasi untuk membangun keberanian perempuan dalam menyuarakan persoalan hidup mereka.

“Masih banyak kasus yang tak terungkap karena korban takut, malu, atau tak punya ruang aman untuk bercerita. Semoga film ini bisa membuka mata dan hati kita semua,” ujarnya.

Senada, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal juga memberikan apresiasi penuh terhadap film tersebut. Ia menyebut film ini bukan hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga membawa pesan sosial yang sangat relevan.

Baca Juga :  Jadi Pengedar Narkoba, Mahasiswa Asal Rade Bima Ditangkap TNI

“Ini bukan sekadar cerita fiksi. Isu-isu tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah realitas yang ada di sekitar kita. Kadang, pelakunya justru orang terdekat korban,” tegas Sinta.

Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peka dan peduli terhadap perubahan sikap atau perilaku di sekitar mereka.

“Kalau ada teman, saudara, atau adik kita yang berubah sikap, jangan cuek. Mungkin saja mereka sedang menyimpan luka yang tidak terlihat. Kita semua punya peran untuk menjadi pendengar dan penolong,” tutupnya.

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB