Era Baru Pesantren Dimulai dari NTB: UIN Mataram Luncurkan Pustunastren, 12 Juta Santri Menaruh Harapan

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UIN Mataram kembali mencuri perhatian Nasional. Di tengah menguatnya wacana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, Kampus Hijau tersebut resmi meluncurkan Pusat Studi Naskah dan Pesantren (Pustunastren) sekaligus menjadi tuan rumah Halaqah Penguatan Kelembagaan Ditjen Pesantren, sebuah forum strategis yang menghadirkan para tokoh Pesantren, Akademisi, hingga Pejabat pusat untuk membahas masa depan pendidikan pesantren menuju Indonesia Emas 2045.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak penguatan peran pesantren dalam pendidikan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, mengusung tema ‘Transformasi Peran Pesantren sebagai Basis Pembangunan SDM Indonesia Emas 2045,’ yang digelar di Auditorium UIN Mataram, 15 November 2025.

Momentum ini kian istimewa karena sekaligus menjadi ajang launching Pusat Studi Naskah dan Pesantren (Pustunastren), pusat kajian baru UIN Mataram yang akan fokus pada pengembangan literasi, manhaj, dan khazanah pesantren Nusantara.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly Direktorat Pesantren Kemenag RI, Dr. Mahrus, M.Ag., Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., civitas akademika, serta ratusan pimpinan pesantren. Hadir pula narasumber nasional seperti Drs. TGH. Munajib Khalid (Pondok Pesantren Al-Halimy Lombok Barat) dan Prof. Dr. TGH. Zainal Arifin, Lc., MA (Sekjen PBNW, Pimpinan Ponpes Munirul Arifin NW Lombok Tengah). Total peserta mencapai 200 orang dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Meskipun tidak berada di lokasi, Menteri Koordinator PMK RI Prof. Dr. H. Pratikno, M.Soc.Sc. tetap memberikan keynote speech secara virtual, menegaskan pentingnya transformasi pesantren sebagai pilar pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Dirjen Pendis Kemenag RI karena telah mempercayai UIN Mataram sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan halaqah ini. Ini adalah amanah dan kehormatan besar bagi kami,” ungkap Rektor.

Prof. Masnun menegaskan bahwa rencana pemerintah membentuk Ditjen Pesantren adalah langkah monumental dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia.

Baca Juga :  Stop Bikin Anak Takut, Wagub NTB Umi Dinda Minta Guru Jadi Sahabat, Bukan ‘Penguasa Kelas’

“Kebijakan pemerintah untuk menambah Ditjen Pesantren adalah bukti nyata bahwa negara hadir di pesantren. Presiden sangat serius menunjukkan kepedulian pada dunia pesantren. Ini bentuk rekognisi besar terhadap kontribusi pesantren dalam membangun peradaban bangsa. Kurang lebih 12 juta santri dan 42.369 pesantren di Indonesia menunjukkan besarnya sumbangsih pesantren bagi bangsa,” tegasnya.

Kasubdit Ma’had Aly, Dr. Mahrus, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya ia menegaskan kembali posisi unik pesantren dalam sejarah keilmuan Nusantara.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan Nusantara yang paling otentik, paling asli, dan telah menjadi rumah besar pembentukan tradisi keilmuan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap halaqah ini mampu menghasilkan gagasan dan rumusan penting bagi penguatan kelembagaan pesantren, terutama di era perubahan kebijakan pendidikan Islam yang semakin dinamis.

“Semoga halaqah ini menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat jaringan, dan menghadirkan solusi bersama bagi kemajuan pesantren di Indonesia,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru