Gubernur NTB Sindir Santri: Kalau Santri Sudah Bergaya-Gaya, Pasti Hilang Kesantriannya

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Aula Pondok Pesantren Al Aziziyah saat Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri acara Halal Bihalal dan Temu Alumni, Kamis 3 Maret 2025. Bukan hanya sebuah pertemuan biasa, momen ini menjadi saksi bagaimana para alumni pondok mampu mewarnai berbagai lini kehidupan: dari dunia politik, kepemimpinan pondok pesantren, hingga sektor-sektor strategis lainnya.

Dengan nada penuh emosi dan bangga, Gubernur Iqbal menyampaikan betapa dalam hatinya ia merasa terharu melihat kiprah para santri yang kini telah menjadi pilar-pilar bangsa.

“Sebagai sesama santri, saya ikut bangga. Santri-santri ini bukan hanya belajar kitab, tapi kini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Mereka hadir, berkontribusi, dan menjadi cahaya di tengah umat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Isu Pilrek Unram Meliuk-liuk, BEM-DPM Menjawab: Kampus Aman, Tenang, Terkendali

Gubernur pun membuka kenangan lama saat ia menjalani empat tahun kehidupannya sebagai santri di Pondok Modern Islam As-Salam, Solo. Ia tak ragu mengakui bahwa kehidupan santri memang keras, penuh kedisiplinan dan pengorbanan. Tapi justru dari tempaan itulah, karakter sejati terbentuk.

“Hidup di pondok itu berat. Tapi anehnya, ketika lulus, kita justru menangis. Ada rasa kehilangan yang tak bisa dijelaskan. Seolah pondok telah menyatu dalam jiwa,” ujarnya dengan mata berkaca.

Gubernur menegaskan bahwa kehidupannya saat ini banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ia peroleh di pesantren. Ia pun meyakini bahwa tidak ada istilah “mantan santri”, karena karakter seorang santri akan melekat dalam setiap peran yang dijalaninya.

Baca Juga :  Event Rimpu Kota Bima Diusulkan Masuk KEN 2026, Kadispar Sukarno Dorong Integrasi Kebijakan Pariwisata NTB

“Ketika jadi Dubes dulu, saya merasa menjadi Dubes santri. Ketika jadi gubernur, ya gubernurnya gubernur santri. Dan tiang melihat, dari begitu banyak ciri-ciri seorang santri, ada satu yang tidak boleh hilang, yaitu kehidupannya harus bersahaja. Lamun santri wah, mulai senang dengan kehidupan mewah, bergaya-gaya, pasti hilang kesantriannya,” ujar gubernur.

Menurutnya, kehidupan santri yang sederhana itulah yang membangun komitmen terhadap masyarakat dan umat. Ia menekankan bahwa nilai kesederhanaan bukan hanya ciri khas seorang santri, tetapi juga kunci dalam menjalani kehidupan yang bermakna.

“Dan tiang merasa, hidup yang bersahaja itulah hidup yang membahagiakan sebetulnya,” ungkapnya.

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru