Ekonomi NTB Minus 1,47 Persen Gara-Gara Tambang: Gubernur Iqbal Blak-blakan, ‘Salah Smelter’

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, akhirnya angkat bicara terkait pertumbuhan ekonomi NTB yang tercatat minus 1,47 persen pada triwulan I tahun 2025. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, melainkan sebuah pertanyaan yang memang perlu dijelaskan.

“Sebenernya itu bukan teguran, itu pertanyaan dari Mendagri. Saya juga sudah berkomunikasi langsung kepada beliau menjelaskan, karena pada saat rapat itu, saya tidak bisa hadir sehingga saya menjelaskan setelah rapat itu,” kata Iqbal saat ditemui awak media di ruang singgah VIP Bandara Internasional Lombok (BIL), Rabu (28/5).

Iqbal mengungkapkan bahwa penyebab utama kontraksi ekonomi NTB terletak pada sektor pertambangan. Sementara di luar sektor tersebut, pertumbuhan ekonomi NTB sebenarnya menunjukkan tren positif.

“Duduk persoalannya bahwa, sebenarnya kalau kita mau melihat pertumbuhan ini di luar pertambangan sebenarnya kita tumbuh 5,57 persen. Bahkan di sektor pertanian kita tumbuh lebih dari 10 persen,” jelasnya.

Menurut Iqbal, secara umum pertumbuhan ekonomi NTB masih berada di jalur yang benar. Namun, kinerja sektor pertambangan tertekan akibat kendala operasional smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Baca Juga :  NTB Pamer Dua Inovasi Ganas, ROSSI Mandalika dan Kurma Sacha Inchi Bikin Tim IGA Angkat Jempol

“Kita ketahui bersama tahun lalu itu secara resmi smelter yang ada PT AMNT itu sudah berfungsi. Sejak diresmikannya smelter itu maka izin ekspor konsentrat PT AMNT itu dihentikan. Sementara pada saat berjalan itu kapasitasnya baru 40 persen. Jadi terjadi lah penumpukan konsentrat, sehingga tidak ada produksi, produksinya turun sampai 54 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam satu hingga dua bulan terakhir, smelter milik PT AMNT bahkan sempat berhenti beroperasi karena adanya masalah yang sedang dalam proses investigasi.

“Jadi ini fenomena yang muncul karena smelter baru beroperasi. Bukan hanya AMNT yang mengalami seperti itu, Freeport juga mengalami seperti itu,” katanya.

Iqbal mengakui bahwa tim transisinya sejak awal telah mengingatkan soal potensi penurunan pertumbuhan ekonomi NTB jika sektor tambang tetap digabungkan dalam penghitungan.

“Itu sebabnya dua minggu yang lalu saya sudah bertemu langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, meminta agar ada relaksasi ekspor bagi PT AMNT dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu untuk mengatasi seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemendagri Beri Catatan untuk Pemprov NTB: Anggaran Pengembangan ASN Belum Penuhi Ketentuan

Langkah tersebut diambil untuk mencegah dampak lebih luas terhadap sektor lain. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat agar kondisi ini tidak semakin mengganggu perekonomian daerah.

“Karena kalau ini tidak segera kita atasi maka tahun depan itu bagi hasilnya bisa nol,” tegas Iqbal.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa sektor-sektor lain di luar pertambangan tetap berkontribusi positif terhadap perekonomian NTB.

“Masalahnya tambang ini kan pengaruhnya cukup besar, apalagi kontraksi yang dialami oleh tambang ini lebih dari 30 persen atau minus 30 persen. Jadi mau nggak mau akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita secara umum, jadi ini spesifik fenomena tambang,” tandasnya.

Iqbal memastikan bahwa penjelasan lengkap mengenai kondisi tersebut telah disampaikan langsung kepada Mendagri Tito Karnavian dan telah dipahami dengan baik.

“Saya sudah menjelaskan kepada Mendagri dan beliau memahami situasi itu. Oh ini ternyata jawaban dari pertanyaan saya,” pungkasnya.

Berita Terkait

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara
Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya
Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan
Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT
Gubernur NTB Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, TPP: Tidak Memenuhi Syarat
Mori Hanafi dan Gubernur Iqbal Sama-sama TMS, Gagal Maju Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
HUT RI ke-81 di Pendopo Wagub NTB, Semangat Kemerdekaan Lewat Doa Bersama dan Lomba Tradisional 
Do’a untuk NTT, Pesan untuk Bima-Dompu: Wagub NTB Serukan Persaudaraan di HUT RI ke-81
Berita ini 331 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:10 WIB

Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Gubernur NTB Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, TPP: Tidak Memenuhi Syarat

Berita Terbaru

Tim Solidaritas Kemanusiaan NTB Mulai Bergerak ke NTT Membawa Tenaga Medis, Bantuan Logistik, Dapur Umum, dan Perlengkapan Rumah Sakit Lapangan untuk Membantu Masyarakat Terdampak Gempa M7,7.

Pemerintahan

Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

Rabu, 19 Agu 2026 - 06:10 WIB