SUMBAWAPOST.com | Mataram- Polemik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memanas. Ketua DPW PPP NTB H. Muzihir merespons tudingan yang menyebut dirinya tidak memiliki prestasi selama lima tahun memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut.
Muzihir menilai tuduhan itu tidak objektif dan tidak sesuai dengan fakta politik di lapangan. Ia bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai pernyataan yang ‘lucu’.
“Kata saya maknanya ini lucu. Dia yang bertiga ini yang tidak berhasil,” tegas Muzihir. Jum’at (6/2/2026).
Ia kemudian membeberkan capaian politik di sejumlah daerah sebagai perbandingan. Menurutnya, kondisi PPP di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) justru mengalami penurunan di bawah kepemimpinan masing-masing ketua DPC.
“H. Ansar di Kota Bima dulu dua sekarang nol, sementara Ketua DPC PPP KSB Amirudin Embeng dia nyalon sendiri tidak dapat kursi,” ujarnya.
Muzihir juga menegaskan bahwa dirinya masih dipercaya menjabat sebagai Pimpinan DPRD NTB. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa kepemimpinannya tidak bisa disebut gagal.
“Saya masih Pimpinan DPRD NTB, dimana saya tidak berhasilnya,” katanya.
Ia menilai tudingan kegagalan seharusnya diarahkan kepada pihak yang dinilai tidak mampu mempertahankan atau meningkatkan perolehan kursi di wilayah masing-masing.
“Yang tidak berhasil itu ketiga pribadi orang ini. Harus malu donk, kok dibilang saya gak berhasil,” tegas Muzihir.
DPC Nilai Kepemimpinan Muzihir Gagal
Sebelumnya, Ketua DPC PPP Kabupaten Lombok Utara (KLU) Narsudin menyebut kepemimpinan Muzihir selama lima tahun terakhir tidak berhasil.
Ia menyoroti turunnya perolehan suara PPP NTB pada Pemilu 2024.
“Jadi suara PPP NTB turun jauh dibanding Pemilu 2019 saat dipimpin oleh ibu Hj Wartiah. Dari sini kami anggap gagal,” cetusnya.
Senada, Ketua DPC PPP KSB Amirudin Embeng menilai kepemimpinan Muzihir kurang optimal. Ia menyebut pengurus DPC di 10 kabupaten/kota kurang mendapat perhatian, sehingga berdampak pada penurunan suara partai secara umum.
“Kemudian ada orang yang tiba-tiba mau mengusik kan aneh. Saya sudah jadi kader PPP lebih dulu dari pada Pak Muzihir,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Bima Syafriansar mengaku awalnya mendukung Muzihir pada Muswil 2021. Namun kini ia menyatakan tidak lagi sejalan dan menolak rencana penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) terhadap tiga DPC.
“Ini kan tindakan sewenang wenang. Jelas kami akan lawan karena kami sudah berjuang keras untuk PPP,” tegasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










