3.628 Bidang Tanah Transmigrasi NTB Masih ‘Nganggur’, Sertifikatnya Hilang di Ujung Janji

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pemerintah Provinsi NTB terus berpacu menyelesaikan ‘PR besar’ persoalan tanah transmigrasi yang menahun. Dalam Rapat Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Tanah Transmigrasi 2025, yang digelar 20-22 Agustus di Jayakarta Lombok Beach Resort, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menegaskan komitmennya untuk menuntaskan konflik pertanahan transmigrasi yang masih membelit ribuan warga.

Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., mengungkapkan fakta mencengangkan: sebanyak 3.628 bidang tanah transmigrasi di NTB hingga kini belum bersertifikat. Persoalan ini paling banyak ditemukan di Kabupaten Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu, dan kerap memicu konflik berkepanjangan.

Baca Juga :  Dulu Cuma Kirim Do'a, Sekarang Kirim Raperda, DPRD NTB Serius Lindungi PMI

“Tahun ini pemerintah pusat memberikan dukungan penerbitan 626 bidang sertifikat. Rinciannya, 429 bidang di Bima dan 197 bidang di Lombok Timur,” jelas Baiq Nelly.

Namun, Baiq Nelly menegaskan, penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, apalagi kawasan transmigrasi bukan hanya soal tanah, tapi juga soal ekonomi, pariwisata, dan pembangunan daerah.

“Di Lombok Timur misalnya, kawasan transmigrasi sangat dekat dengan destinasi wisata. Jika diintegrasikan, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru sekaligus penopang destinasi wisata NTB yang sudah mendunia,” ujarnya penuh optimisme.

Baca Juga :  Bunda Sinta Siap Gaspol, Gubernur Iqbal Berambisi: Tenun NTB Harus ‘Nongkrong’ di Paris Fashion Week

Rapat ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi RI, Direktur Pengembangan Satuan Pemukiman dan Kawasan Transmigrasi, DPRD NTB, DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, ATR/BPN, hingga perwakilan warga transmigran.

Dengan dukungan lintas sektor dan sinergi pusat-daerah, NTB berharap problem klasik pertanahan transmigrasi segera menemui titik terang.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru