Di Momentum Hari Guru, Anggota DPRD NTB sekaligus Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi, menyampaikan pesan mendalam tentang betapa besarnya peran Guru dalam membentuk Peradaban. Ia menegaskan bahwa tanpa kehadiran Guru, Manusia hanyalah Ruang Kosong Gelap, Tak berarah, dan Kehilangan Cahaya penuntun bagi Masa Depan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa Guru bukan hanya Pendidik, tetapi Penjaga Cahaya yang menjaga agar Generasi tetap berjalan di jalur Pengetahuan dan Kebaikan.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dalam momentum peringatan Hari Guru yang jatuh tepat pada hari ini, Selasa tanggal 2025 November 2025, Anggota DPRD NTB sekaligus Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) NTB Nadirah Al-Habsyi, menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan hati tentang makna Guru sebagai fondasi utama perjalanan ilmu dan peradaban bangsa.
Dalam pernyataannya, Nadirah Al-Habsyi menggambarkan Guru sebagai sosok yang tak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga menyulam karakter, menuntun akhlak, serta menanamkan keberanian bagi setiap murid untuk bermimpi lebih tinggi.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi pahlawan pendidikan dan kunci pengetahuan. Terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru di mana pun berada. Ilmu yang kalian tanamkan telah menjadi penerang jalan hidup kami hingga hari ini,” ujar Nadirah Al-Habsyi yang juga Istri dari Sekwil GP Ansor NTB Arman Anwar.
Srikandi Udaya itu menegaskan bahwa apa pun pencapaian seseorang hari ini, tak pernah bisa dilepaskan dari sentuhan tangan Guru yang tulus, sabar, dan tak pernah mengeluh meski sering kali berdiri dalam senyap.
“Kami telah merasakan buah dari ilmu, nasihat, dan ketelatenan kalian. Hari ini, kami berdiri karena kalian pernah menuntun kami untuk memahami kehidupan,” tambahnya.
Dalam doanya, Nadirah Al-Habsyi memohon agar para Guru selalu berada dalam lindungan Tuhan, diberi usia panjang, kesehatan yang kokoh, serta kebahagiaan yang melimpah.
“Semoga hidup para Guru dipanjangkan penuh keberkahan, agar kami murid-murid kalian tetap dapat menumpang Do’a, memohon nasihat, dan mendapatkan petunjuk dari bimbingan kalian,” kata Nadirah Al-Habsyi.
Ucapan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, melainkan ikhtiar panjang membentuk manusia seutuhnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati Guru sebagaimana mereka menghormati cahaya yang menerangi jalan gelap.
“Untuk seluruh Guru di penjuru dunia, selamat Hari Guru. Kalian adalah pelita yang tak pernah padam. Tanpa kalian, dunia kehilangan cahaya paling indahnya,” tutupnya.









