Bukan Musyawarah, Tapi Perang Voting: Interpelasi DAK NTB Kandas, Voting Terbuka Bongkar Siapa Bela Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Drama politik mewarnai Rapat Paripurna DPRD NTB saat pembahasan usulan hak interpelasi terhadap pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023-2024. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, berlangsung panas dan penuh perdebatan, bukan hanya soal substansi, tapi juga mekanisme pengambilan keputusan apakah voting dilakukan secara terbuka atau tertutup. Senin (5/5).

Fraksi PKS melalui Sambirang Ahmadi sempat mengusulkan keputusan diambil melalui musyawarah. “Lima fraksi menolak, satu absen, dua setuju. Ini sudah mayoritas, tak perlu voting,” ujarnya.

Namun, suara lain menuntut transparansi: “Ini menyangkut hak konstitusional, harus melalui voting terbuka agar publik tahu siapa yang berdiri untuk rakyat dan siapa yang tidak.”

Setelah adu argumen yang cukup tajam, forum akhirnya menyepakati voting dilakukan secara terbuka. Dari 50 anggota yang hadir, 32 menyetujui voting terbuka, 11 memilih tertutup, dan 7 abstain.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Ijazah Palsu DPRD Lombok Tengah Dihentikan

Hasilnya? Usulan hak interpelasi resmi ditolak. Sebanyak 32 anggota menolak, 11 mendukung, dan 7 abstain.

Sebelum voting, pengusul hak interpelasi dari Fraksi Amanat Bintang Nurani Rakyat (ABNR), Muhammad Aminurlah, menyoroti alasan penolakan dari lima fraksi (Gerindra, Golkar, PPP, PKS, PKB) sebagai tidak berdasar. “Ada yang menyebut harus diajukan satu fraksi utuh. Saya bolak-balik cari di tatib, tidak ada pasal yang menyatakan itu,” tegasnya.

Meski ditolak, Aminurlah tetap mengapresiasi fraksi-fraksi yang mendukung. “Kami berterima kasih kepada Demokrat yang mendukung penuh usulan hak interpelasi ini,” kata Maman, sapaan akrabnya.

Daftar Anggota yang Mendukung Hak Interpelasi (11 Orang):

Fraksi Persatuan Perjuangan Restorasi (PPR) (NasDem, PDIP, Perindo):

Baca Juga :  Atas Petunjuk dari Pegadaian, Polsek Mataram Berhasil Ungkap Pelaku Pencurian

Made Slamet

Raden Nuna

Suhaimi

Raihan Anwar

Fraksi Demokrat:

Indra Jaya Usman

Lalu Zaenul Hamdi

Abdul Rauf

Azhar

Raden Rahadian Soedjono

Syamsul Fikri

Fraksi Golkar:

Hamdan Kasim

Anggota yang Memilih Abstain (7 Orang):

Fraksi ABNR:

Muhammad Aminurlah

Fraksi Golkar:

Baiq Isvie Rupaeda

Lalu Irwansyah

Didi Sumardi

Humaidi

Nurdin Marjuni

Harwoto

Pengusul Hak Interpelasi (14 Orang dari 4 Fraksi):

1. Fraksi Golkar

Hamdan Kasim

Efan Lemantika

 

2. Fraksi Demokrat

Indra Jaya Usman

Rahadian Soedjono

Lalu Zaenul Hamdi

Abdul Rauf

Azhar

Syamsul Fikri

3. Fraksi PPR (NasDem, PDIP, Perindo)

Muhammad Nashib Ikroman

Sholah Sukarnawadi

Abdul Rahim

Raden Nuna Abdiradi

Raihan Anwar

4. Fraksi ABNR (PAN, PBB, Hanura)

Muhammad Aminurlah

 

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru