BTT NTB Rp15 Miliar Dinilai Tak Cukup Hadapi Bencana, DPRD Desak Perubahan APBD 2026

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sudjanto Fraksi Partai Gerindra.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sudjanto Fraksi Partai Gerindra.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2026 yang hanya sebesar Rp15 miliar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026 dinilai belum memadai untuk mengantisipasi potensi bencana yang terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Belum lagi, anggaran tanggap darurat dalam pos rutin BPBD NTB yang hanya sebesar Rp287 juta untuk satu tahun anggaran juga dianggap jauh dari cukup. Padahal, bencana terjadi secara masif di sepuluh kabupaten/kota, termasuk kerusakan infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan yang retak hingga terputus.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sudjanto, menegaskan akan mendorong percepatan Perubahan APBD Tahun 2026 guna menaikkan alokasi BTT agar lebih proporsional dengan kebutuhan daerah.

“Makanya di Perubahan APBD nanti, alokasi dana BTT itu harus ditambah, mengingat kondisi cuaca di NTB akhir-akhir ini berdampak pada kondisi NTB yang rawan bencana maka alokasi anggaran BTT ini harus ditambah,” tegas anggota Dewan yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB ini kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga :  Mangkrak Sejak 2018! Proyek Dermaga Waduruka Bima Rp4,52 Miliar Belum Rampung, Warga Desak Pemprov NTB Bertindak

Ia menilai pemotongan dana transfer ke daerah pada APBD Murni TA 2026 sebesar kurang lebih Rp1,4 triliun sangat berdampak terhadap sejumlah pos anggaran, termasuk BTT. Namun, dengan adanya rencana pengembalian dana TKD oleh Pemerintah Pusat, penyesuaian anggaran masih sangat mungkin dilakukan.

“Nah dari situ, bisa juga nanti di pergeseran anggaran itu kita minta agar alokasi dana BTT ini bisa ditambah mengingat kondisi daerah kita yang sudah mengalami bencana,” tegasnya.

Menurut Sudirsah, kinerja NTB dalam pengelolaan APBD sebelumnya dinilai sangat baik oleh pemerintah pusat.

“Prestasi NTB sangat bagus. Jadi progres APBD NTB tahun kemarin dinilai sangat bagus,” kata Sudirsah.

Ia juga menyoroti minimnya anggaran tanggap darurat di BPBD yang hanya Rp287 juta.

“Harus kita naikan juga. Karena BPBD NTB ini merupakan tulang punggung kebencanaan di daerah. Anggaran tanggap darurat sebesar Rp287 juta itu sangat tidak layak dan harus ditambah,” tegasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Mobilisasi ASN Loteng, Ruslan-Normal Gagas Tim Satgas Pengawas ASN

Selain itu, DPRD juga mendorong percepatan penyerapan anggaran belanja barang dan jasa yang nilainya mencapai lebih kurang Rp2 triliun pada 2026.

“Itu juga yang kami dorong agar progres penyerapan anggaran di awal tahun ini dapat segera bergerak. Jangan sampai pergerakan anggarannya diujung tahun, akhirnya kasusnya akan terjadi sama seperti Lunyuk-Lenangguar tidak tuntas dikerjakan. Inilah yang perlu menjadi evaluasi mulai dari sekarang,” kata Sudirsah.

Ia menegaskan eksekusi anggaran harus dipercepat, terutama untuk rehabilitasi infrastruktur terdampak bencana.

“Seharusnya eksekusi anggarannya juga harus dipercepat karena daerah yang terkena bencana itu tidak boleh menunggu lama untuk penanganannya. Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi itu harus cepat dan gesit, tidak boleh saling menunggu untuk menangani dampak bencana ini,” tandasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB