BNN Bidik Tiga Gili: Lombok Utara Jadi Jalur Panas Peredaran Narkoba

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Najmul Dukung Pembentukan BNK Lombok Utara, BNN NTB Fokus Perangi Narkoba di Tiga Gili

Ancaman narkoba kini mengintai jantung Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menyoroti Lombok Utara sebagai jalur panas peredaran narkoba, terutama di kawasan Wisata Tiga Gili yang menjadi magnet wisatawan Dunia. Di tengah kondisi itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH. menegaskan komitmennya memerangi narkoba dan siap berkomitmen menfasilitasi pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lombok Utara untuk memperkuat benteng pertahanan Daerah.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Utara-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan dukungannya terhadap program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Komitmen itu disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Brigjen Pol. Marjuki, S.I.K., M.Si., Selasa (11/11/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Bupati KLU tersebut, Bupati Najmul didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., Kepala Dinas Sosial PPPA Faturrahman, SST, Kepala Badan Kesbangpol H. Adnan, M.Pd., serta sejumlah perwakilan OPD terkait.

Bupati Najmul menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Lombok Utara. Pemerintah daerah, katanya, siap memfasilitasi pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan di tingkat lokal.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Aji Maman Minta Tim Percepatan Jadi Mesin Riset Triple Agenda, Jangan Intervensi OPD

“Kami berkomitmen mendukung program P4GN dan siap memfasilitasi pembentukan BNK Lombok Utara,” tegas Najmul.

Kabupaten Lombok Utara kini menjadi sorotan BNN Provinsi NTB karena dianggap memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap peredaran narkoba. Letak geografis KLU yang strategis menjadi pintu masuk wisatawan dari Bali dan Mataram menjadikannya daerah transit potensial, terutama di kawasan wisata tiga Gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Marjuki menjelaskan bahwa tiga Gili menjadi fokus utama dalam upaya pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba.

“Karena di KLU ini merupakan pintu masuk turis dari Bali dan Mataram, maka kami menjadikan tiga Gili serta Desa Pemenang sebagai prioritas utama dalam upaya pencegahan narkoba,” ujarnya kepada sejumlah media.

Menurutnya, posisi Lombok Utara yang terbuka dari berbagai arah juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat. Jalur laut yang menghubungkan daerah ini dengan Bali, Bima, dan Mataram bisa menjadi celah masuknya barang haram.

“Kalau masuk barang bisa dari mana saja. Dari Bima bisa, dari Bali bisa, dan dari Mataram juga bisa masuk ke Lombok Utara ini,” jelas Marjuki.

Baca Juga :  Terlalu Panik, Wanita di Dompu Buang Sabu ke Kloset, Polisi Keburu Masuk dan Tangkap

Meski tergolong rawan, Brigjen Marjuki mengungkapkan bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba di NTB, termasuk di Lombok Utara, kini menunjukkan tren menurun. Berdasarkan data internal BNN, angka prevalensi pengguna narkoba saat ini turun menjadi sekitar 1 persen, dan diharapkan terus menurun seiring meningkatnya edukasi publik serta penegakan hukum.

“Angka prevalensi narkoba menurun, sekarang sudah 1 persen. Kami harap nanti bisa lebih kecil lagi, terutama untuk pengguna dari kalangan pekerja malam yang selama ini banyak menggunakan narkoba karena masih memiliki persepsi yang salah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pengguna narkoba di wilayah pariwisata berasal dari kalangan pekerja malam. Tekanan pekerjaan dan lingkungan sosial sering menjadi pemicu mereka mencoba narkoba dengan alasan keliru bahwa zat tersebut dapat meningkatkan stamina atau rasa percaya diri.

Karena itu, BNN NTB terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba hingga ke desa-desa rawan, melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan pelaku pariwisata.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami efek buruk narkoba, baik untuk kesehatan, psikis, maupun sosial. Kalau masyarakat sudah tahu dampaknya, ketika ditawari mereka akan menolak. Artinya, kita kuatkan ketahanan diri dari masyarakat itu,” tutupnya.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru