SUMBAWAPOST.com, Bima – Nama Badai NTB, atau Uswatun Hasanah, kembali mengguncang jagat maya setelah membongkar jaringan bandar narkoba yang diduga beroperasi di Kabupaten Bima. Dengan berani, ia merilis daftar nama dan foto individu yang diduga kuat terlibat, termasuk oknum aparat hingga tokoh masyarakat.
Unggahan kontroversialnya di Facebook Badaintb NTB langsung meledak, pada Jum’at 21 Maret 2025. Ribuan komentar, ratusan kali dibagikan, dan ribuan reaksi membanjiri status tersebut dalam hitungan jam. Publik terbelah, ada yang mendukung penuh langkah beraninya, ada pula yang meragukan dan bahkan mengecamnya.
Salah satu warganet, Sudirman, berkomentar penuh semangat:
“Tetap semangat, Adinda Uswatun Hasanah. Kami percaya kepada Kapolda NTB untuk membongkar peredaran narkoba ini. Informasimu sangat berharga”
Sementara itu, Ra’is Ti menyoroti dugaan skandal jual-beli hukum:
“Mereka ini sudah sering keluar-masuk penjara, tapi bisa lolos karena tebusan uang! Semoga kali ini semua bandar benar-benar ditangkap”
Namun, tak sedikit yang meragukan keberanian Badai NTB. Akun Mas Rydho justru menyindirnya: “Badai NTB dan informannya harus dites kejiwaannya.. Bikin gaduh dunia saja”
Dalam status Facebook Badaintb ia membongkar daftar panjang bandar narkoba yang diduga beroperasi di Kabupaten Bima. Yang mengejutkan, sejumlah nama yang disebut bukan orang sembarangan ada oknum aparat, pejabat, hingga istri mantan Kapolsek!
Dalam operasi bertajuk Kloter XIV #BongkarBandar, Badai NTB merilis nama-nama besar dalam jaringan narkoba yang disebut memiliki koneksi luas, bahkan diduga “kebal hukum.”
Siapa Saja Mereka?
Di antara nama yang mencuat, terdapat istri mantan Kapolsek, anggota DPRD, hingga oknum polisi yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba. Sebanyak 20 Nama diantaranya:
1. Hendra Nita (Ibu Bhayangkari) istri mantan Kapolsek Kempo (Alm. Pak Marzuki) Adik Papi Man. Anaknya yang berinisial RPP sedang dipenjara, setelah ditangkap saat mengedarkan Koba-Koba disalah satu RM di Dompu oleh Polda NTB. Meski RPP ditahan namun diduga kuat masih bisa menyuplai Koba-Koba berkat power dari Papi Man, dan Hendar Nita lah yang akan menjalankan bisnisnya dengan menggunakan beberapa kaki tangannya, salah satu nya atas nama Har di nomor 16.
2. Bripka Hasrul Fazrin BA POLSEK Monta tinggal di Desa Naru dulu pernah berdomisili di Desa Talabiu. Fazrin ini kerja sama dengan Bandar Koba Atas nama Babe/Zainul Arifin yang dimana bermuara semua ke Hilda Anggota DPRD Kabupaten Bima Fraksi Partai Golkar.
3. Aiptu Anhar sebagai Kanit Intel Polsek Monta tempat tinggal di desa Tangga dan mempunyai hubungan keluarga dengan Bandar Koba atas nama Kong saribumi yang sudah ditangkap, mobilnya si kong juga disinyalir masih dia pakai. Si Kong awalnya main dengan Kinga Koba Hamid tapi semenjak Kong banyak minus dan barangnya digelapkan oleh Kong makanya Kong di targetkan dan masuk sampai sekarang. Beberapa bandar Koba-Koba seperti : Andi Palembang di duga kuat nyetor ke sat narkoba 30jt
Fika ( laki laki ) nyetor juga 30 ke sat narkoba Ayu tolo uwi sama nyetor juga ke sat narkoba diduga dengan angka lebih besar setorannya. Hariman Tambe juga setor di sat narkoba Polres Bima
4. Mone Sape, alamat Sape Rai oi. Bandar Koba-Koba jenis sabu-sabu bersama istrinya. Minggu lalu ada penangkapan oleh sat narkoba polres bima kota di Soro. Pengembangannya menyebut Nama Mone Sape, namun Mone Sape tidak berhasil ditangkap.
5. Istrinya Mone Sape atas nama Haerani, Sama-sama menjual Koba-Koba di Sape Rai Oi.
6. Sarah, menjual Koba-Koba jenis sab*u di wilayah Lambu sekitar, Alamatnya Desa Lanta kecamatan Lambu.
7. Iwan alamat Desa Tawali, Kecamatan Wera. Bandar pemasok barang tertinggi di Wera. Pernah bekerja sama dengan Polo mantan Kanit 2 polres Bima kota. Pernah bekerja sama dengan Taufan mantan Kanit. Diduga kuat kembali bekerja sama dengan Hafid Kanit yang dimutasi kemarin. Seluruh bandar Wera masuk penjara tukar kepala oleh Iwan. Semenjak Iwan jadi bandar semua bandar masuk penjara supaya dia kuasai wilayah Wera. Hampir semua orang yang bukan jaringannya iwan disikat semua sama polisi. Pernah bekerja sama dengan polisi atas nama: Iwan PJ di Polsek wera.
8. Wahyu, alamat desa Plasma, Kecamatan Wera. Pengedar join dengan semua bandar Wera keluar masuk plasma tawali untuk pesta narkoba dan mengontrol peredaran barang di Tawali. Seluruh bandar di Wera yang sudah ada dilapas bima pernah bekerja sama dengannya.
9. Alan, Alamat Desa Sangiang. Menjadi target oprasi dari 2023 tapi belum ditangkap sampai sekarang.
10. Lia alias den Talabiu. B*andar Koba-Koba
11. Deden Hidayat Rt 10 rw 04, Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpuda Kota Bima. Pengedar aktif sering transaksi di gang-2 dan depan rumah suaminya di rt 10
12. Nia Kurniati, Istrinya Deden Hidayat. Rt 07 rw 03 Manggemaci, Kecamatan Mpuda Kota Bima. Penjual aktif sering transaksi di rt 10 dan di gang-2.
13. Binter, Tinggal di kelurahan melayu, kec. asakota rt15/rw 06. Menjual narkoba jenis sabu. Dari tahun 2021 sampai sekarang. Pernah di grebek tahun 2023 namun tidak di tangkap karna tidak barang bukti. Dan tidak di bawa ke polres. Diduga sabu yang di mainkan bisa sampai 1 ons -3ons.
BB yang besar tidak di simpan di rumah. Dia pernah mengaku bermain sama p*olisi jadi tidak mungkin tertangkap katanya kepada masyarakat sekitar.
14. Ikra, Jualan koba koba Baru 7 bulan terakhir. Alamat Pas samping rumahnya binter nomor 13. Narkoba yang di jual ikra ini bisa mencapai 5 gr-7 gr dalam kurung waktu 15 hari. dia jual milik binter.
15. Si mantri alias Firmansyah sekarang tahanan Jaksa. Dia ASN di UPT Peternakan cS nya si Taju adiknya Wakil Gubernur NTB. Kas*usnya yang kedua. Anehnya dia kok bisa dapat Tukin dan tidak pernah masuk Kantor.
16. Rojer, Asal Bali 1, anak buahnya Hendra Nita nomor 1.
17. Feny, alamat Samili Kecamatan Woha. Peng*edar Koba-Koba. Saudarinya Haji Kako iparnya Ndu.
18. Erna Padolo sudah nikah sirih dengan Hery Ngetu alias Riyan TENTE nomor 20, pernah ditangkap oleh sat narkoba 2 bulan lalu tapi dilepas kembali karena tidak ada BB sabunya namun BB uang timbangan klip dan bong alat isap sabu ada, dan masyarakat sekitarpun tau bahwa dia jual narkoba jenis sabu bahkan Erna sendiri mengaku jual sab*u.
19. Iwan Ince desa Naru. Menjual Koba-Koba di Desa TENTE Naru, Kecamatan Woha.
20. Hery ngetu alias Riyan TENTE suami sirih Erna padolo sekarang masih aktif jual sabu bersama istri sirihnya, Hery Ngetu juga yang di duga kuat yang bertugas menyetor uang bandar Koba atas nama Hilda Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar istri Papi Man. Hery Ngetu dan Istri sirihnya Erna Padolo mengaku sudah nikah sirih, dia juga pernah ditangkap bersama istri pertamanya Sdri EMI yang skrg masih ditahan di LP pulau lombok, Hery juga mempunyai hubungan dekat dengan beberapa oknum di Sat Narkoba polres Bima, pada saat istrinya Erna Padolo di tangkap rumahnya di grebek menurut beberapa sumber dia sesaat sebelum istrinya di tangkap terlebih dahulu kabur dengan menumpang bus malam, namun setelah beberapa lama istrinya Erna Padolo diketahui bisa keluar karena tidak ada BB narkoba dia mulai berani dan terlihat kembali lalu lalang di desa Padolo maupun Tente.










