Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat Membuka Rakor Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama KPK di Mataram.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat Membuka Rakor Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama KPK di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus Memperkuat Tatakelola Pemerintahan untuk mencegah Praktik Korupsi yang muncul akibat Kelemahan Sistem atau “Corruption by System”.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pembenahan Sistem Internal dan Mitigasi risiko, sekaligus untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.

Hal itu ditegaskan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Rakor Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama KPK di Mataram, Rabu (2/9/2026).

Rakor tersebut dihadiri Direktur Korsup Wilayah V KPK Maruli Tua Manurung, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Irjensus Kemendagri Dr. Ihsan Dirgahayu, Kepala Perwakilan BPKP NTB Adrian Puspawijaya, Sekda NTB Abul Chair, serta seluruh Kepala OPD.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyoroti banyak pejabat dan ASN yang terjebak masalah Hukum bukan karena niat Korupsi, melainkan karena Sistem yang Lemah dan Tidak Transparan.

“Sering kali pejabat atau ASN terjebak dalam situasi Koruptif karena Sistem Kita yang masih lemah. Arah pembenahan Sistem Kita bukan hanya melindungi ASN dari jeratan Hukum, tetapi juga memastikan Pelayanan Publik berjalan Efisien,” ujarnya.

Baca Juga :  Fasilitas NICU-PICU RSUD Dompu Resmi Dibuka, Anggota DPRD NTB MH: Ini Bukan Sekadar Gedung, Ini Nyawa dan Masa Depan Dompu

Untuk menutup celah Korupsi dalam setiap Kebijakan, Pemprov NTB mewajibkan Pimpinan OPD Menguasai Manajemen risiko.

Gubernur telah mengarahkan seluruh pejabat Eselon II mengantongi Sertifikasi manajemen risiko. Sertifikasi ini juga akan menjadi Syarat pPomosi Pejabat Eselon III ke Eselon II.

Langkah tersebut dilakukan agar berbagai Potensi risiko dalam Kebijakan dapat Diidentifikasi dan Dimitigasi sejak awal.

“Setiap Kebijakan Daerah tentu memiliki Risiko, terutama Risiko Politik dan Kebijakan. Jika tidak diidentifikasi dan Dimitigasi sejak awal, di situlah celah Penyimpangan. Dengan Manajemen Risiko yang baik, kita membangun Early Warning System secara mandiri,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga menerapkan Sistem Manajemen Talenta untuk memastikan rekrutmen dan Promosi ASN berbasis Portofolio Karier.

Penguatan turut dilakukan pada fungsi Pengawasan Internal dengan memenuhi Mandatory Spending bagi Inspektorat.

Baca Juga :  AKD DPRD NTB 2024-2029 Ditetapkan, Ini Daftar Lengkap Nama Ketua dan Anggota

Irjensus Kemendagri Dr. Ihsan Dirgahayu menegaskan paradigma Pengawasan kini bergeser dari sekadar mencari kesalahan menjadi Deteksi Dini dan Mitigasi Risiko.

“Pencegahan tidak boleh dimulai setelah Korupsi terjadi. Upaya ini harus dilakukan sejak fase awal Perencanaan Program, Pengalokasian Anggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, hingga Pengelolaan Aset,” ujar Ihsan.

Ia memaparkan Pergeseran fokus Pengawasan, dari Pasca-Kejadian menjadi deteksi dini, dari berbasis Dokumen menjadi berbasis risiko dan data, serta dari Rekomendasi menjadi memastikan perubahan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP NTB Adrian Puspawijaya menambahkan kapabilitas APIP di NTB pada 2025 masih di Level 2.

Ia mendorong penguatan SDM, anggaran, dan pengawasan berbasis risiko.

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat Tatakelola Pemerintahan dengan menghentikan usulan hibah uang tunai.

“Tidak ada lagi usulan hibah dalam bentuk uang dari DPRD. Ini untuk menjaga kita bersama dan memastikan tata kelola NTB lebih baik,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut
Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar
Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara
Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya
Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua Lantung Sumbawa, Tiga Pekerja Tewas Tertimbun
Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Minta Maaf kepada Warga dan Wisatawan
Krisis Air Gili Trawangan, Ratusan Tamu Hotel Disebut Check Out Lebih Awal
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:02 WIB

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut

Minggu, 6 September 2026 - 20:13 WIB

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 September 2026 - 19:17 WIB

Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 18:00 WIB

Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya

Berita Terbaru

Tim Kepolisian Saat Melakukan Olah TKP di Lokasi Pertambangan Rakyat Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Hukum & Kriminal

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:13 WIB