Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya alias Miq Jaya Terkait Penanganan Jalan Soromandi Bima yang Masuk Prioritas IJD 2026 Dengan Sumber Anggaran dari APBN.

Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya alias Miq Jaya Terkait Penanganan Jalan Soromandi Bima yang Masuk Prioritas IJD 2026 Dengan Sumber Anggaran dari APBN.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Penanganan Jalan Soromandi di Kabupaten Bima mulai mendapat titik terang. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan Ruas Jalan tersebut masuk dalam Prioritas Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.

Yang menjadi perhatian, rencana pembiayaan penanganan Jalan Soromandi tidak bersumber dari APBD Perubahan NTB maupun Belanja Tidak Terduga (BTT), melainkan dari Anggaran Pemerintah Pusat melalui APBN.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya atau yang akrab disapa Miq Jaya, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut desakan HMI dan DPRD NTB terkait kondisi infrastruktur jalan di Wilayah Bima-Dompu. “Setuju, Kita terus berupaya untuk perbaikannya,” kata Miq Jaya. Saat dihubungi oleh media ini. Selasa (1/9/2026).

Saat ditanya mengenai bentuk Konkret upaya Pemerintah terhadap Jalan Soromandi, Miq Jaya memastikan ruas tersebut masuk dalam prioritas IJD 2026.

“Masuk prioritas IJD 2026,” ujar Miq Jaya.

Keterangan mengenai Sumber Pembiayaan menjadi bagian penting dalam rencana Penanganan Jalan Soromandi.

Ketika ditanya apakah pembiayaan tersebut akan menggunakan APBD Perubahan NTB atau anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Miq Jaya menegaskan bahwa Anggaran tersebut berasal dari Pemerintah Pusat. “Masuk Anggaran Pusat APBN,” kata Miq Jaya.

Dengan demikian, penanganan Jalan Soromandi diarahkan melalui Program IJD 2026 dengan Sumber Pembiayaan dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Gandeng DPW PPP Evaluasi Pemilu 2024, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029

Selain Sumber Anggaran, besaran Dana untuk Penanganan Jalan Soromandi juga menjadi perhatian.

Ketika ditanya mengenai total Anggaran serta apakah Dana tersebut juga diperuntukkan bagi Perbaikan Lahan Pertanian, Irigasi dan Rumah Warga terdampak, Miq Jaya menjelaskan bahwa angka yang dimaksud berkaitan dengan Penanganan Jalan Soromandi.

“Itu jalan Soromandi +- 48 M,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas PUPRPKP NTB tersebut, penanganan Jalan Soromandi diproyeksikan dengan Anggaran sekitar Rp48 miliar melalui skema IJD 2026 yang bersumber dari APBN.

Namun, keterangan tersebut penting dibedakan antara Ruas Jlan yang masuk Prioritas Program dengan realisasi Anggaran dan Pekerjaan fisik di lapangan.

Pasalnya, Masyarakat Bima selama ini masih menunggu kepastian penanganan Sejumlah Ruas Jalan yang kondisinya rusak.

Rencana penanganan Jalan Soromandi tersebut muncul setelah Persoalan Infrastruktur di Wilayah Bima-Dompu mendapat sorotan dari HMI Cabang Bima dan sejumlah anggota DPRD NTB.

Anggota Komisi IV DPRD NTB, Ahmad Dahlan alias Dae Leo, mengaku persoalan jalan di Wilayah Bima-Dompu telah berulang kali disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Sering tiap RDP saya sampaikan Agar Ruas jalan di sejumlah titik di Kabupaten Bima Dompu agar menjadi perhatian, apalagi seperti di Ruas jalan di Wilayah Utara di Soromandi tembus ke Kiwu agar diperhatikan,” kata Dae Leo. Rabu (2/9/2026).

Baca Juga :  Di Hari Guru, DPRD NTB Nadirah Al-Habsyi Angkat Suara: Tanpa Guru, Kita Hanyalah Ruang Gelap Tanpa Cahaya Peradaban

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD NTB, H. Muhamad Aminurlah atau Aji Maman, meminta Pemerintah tidak menunggu hingga Masyarakat turun ke jalan.

“Maka kita mendorong Pemprov sekarang segera mengeksekusi, tidak Masyarakat turun di jalan nanti. Ini memang sudah ada ancaman pemboikotan itu,” tegas Maman pada Senin, 31 Agustus 2026.

Desakan tersebut menambah perhatian terhadap percepatan penanganan infrastruktur jalan di Wilayah Bima-Dompu, termasuk ruas Soromandi yang kini disebut masuk prioritas IJD 2026.

Sebelumnya, HMI Cabang Bima juga mendesak pemerintah membuktikan Pemetaan Pembangunan di Wilayah Bima-Dompu.

Ketua HMI Cabang Bima, Darmawan, menegaskan bahwa masyarakat Bima-Dompu membutuhkan Pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.

“Bima-Dompu bukan anak tiri NTB,” tegas Darmawan.

Sorotan HMI tersebut menjadi bagian dari desakan agar pemerintah tidak hanya memberikan kepastian dalam bentuk Kebijakan, tetapi juga memastikan Pembangunan Infrastruktur Benar-benar terealisasi di Lapangan.

Dengan adanya keterangan Pemprov NTB bahwa Jalan Soromandi masuk prioritas IJD 2026 dengan rencana anggaran sekitar Rp48 miliar yang bersumber dari APBN, perhatian publik kini tertuju pada tahapan selanjutnya.

Bagi masyarakat Bima, masuknya Jalan Soromandi dalam prioritas IJD 2026 menjadi harapan baru di tengah persoalan kerusakan Infrastruktur yang selama ini dikeluhkan.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB