Anggota Propam Polda NTB Tewas di Gili Bukan Karena Tenggelam, Tapi Karena Disiksa dan Ditinggal Mati Perlahan oleh Atasan Sendiri

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Misteri kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) yang bertugas di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, mulai menemukan titik terang. Ia ditemukan tak bernyawa di kolam renang salah satu vila privat pada Rabu malam, 16 April 2025.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Kompol I Made Yogi Purusa (IMYPU), Ipda Haris Chandra (HC), dan seorang warga sipil berinisial M.

Baik Kompol Yogi maupun Ipda Haris merupakan atasan langsung almarhum Brigadir Nurhadi. Keduanya kini telah diberhentikan secara tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri, terhitung sejak Selasa, 27 Mei 2025.

Kasus ini secara resmi dipaparkan kepada publik dalam konferensi pers yang digelar Polda NTB pada Jumat, 4 Juli 2025, dan dipimpin oleh Direktur Reskrimum, Kombes Pol. Syarif Hidayat, S.I.K.

Baca Juga :  Kabid SMK Dikbud di OTT, DPRD NTB Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum, Marga: Jadi Pelajaran Kita Bersama

Dalam keterangannya, Kombes Syarif menyebutkan bahwa para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal berat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), antara lain Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, Pasal 359 mengenai kelalaian yang berakibat fatal, serta Pasal 55 tentang turut serta dalam perbuatan pidana.

“Hasil forensik menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat tindakan kekerasan fisik. Selain itu, ada bukti kuat tentang kelalaian serta keterlibatan bersama dalam peristiwa tersebut,” ungkap Syarif.

Autopsi yang dilakukan terhadap jenazah menunjukkan bahwa korban masih hidup saat ditemukan di kolam renang, namun mengalami sejumlah luka berat dan tidak segera mendapat pertolongan medis yang memadai.

Baca Juga :  Gugatan Rp105 Miliar Fihiruddin Lawan DPRD NTB Ditolak, Tim PH Menduga Majelis Hakim Cawe-cawe

“Ditemukan patah tulang dan luka luar yang menjadi indikator utama dugaan kekerasan. Temuan ini menjadi dasar penting dalam pengungkapan perkara,” tambahnya.

Pihak keluarga sempat menolak proses autopsi di awal penyelidikan. Namun, setelah melalui pendekatan persuasif dan komunikasi humanis oleh aparat, keluarga akhirnya bersedia jenazah dieksumasi untuk dilakukan autopsi ulang.

“Langkah ini diambil demi memastikan keadilan bagi almarhum dan memberikan kepastian hukum kepada publik,” tegasnya.

Polda NTB juga berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional sesuai prosedur hukum. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum.

“Prinsip integritas dan akuntabilitas menjadi prioritas kami dalam menuntaskan perkara ini. Biarkan hukum berbicara,” tutup Kombes Syarif.

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB