Anggaran Terpangkas, Pemkot Bima Gaspol Tanam Cabai Dukung Desa Berdaya Tekan Inflasi dan Kemiskinan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfo Kota Bima Dr Muhammad Hasyim

Kadis Kominfo Kota Bima Dr Muhammad Hasyim

SUMBAWAPOST.com| Kota Bima- Pemerintah Kota Bima terus mendorong penguatan ketahanan pangan rumah tangga sebagai salah satu strategi menghadapi tekanan inflasi sekaligus menekan angka kemiskinan. Berbagai program mulai dari pemanfaatan lahan pekarangan hingga penguatan peran masyarakat terus digalakkan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Masita, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi program pemanfaatan pekarangan, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya membumi di masyarakat.

“Program ini sedang kita galakkan dan sosialisasikan. Kalau sudah benar-benar membumi, insyaallah kebutuhan rumah tangga seperti cabai dan sayuran bisa kita selesaikan sendiri, paling tidak di tingkat keluarga,” jelas Masita. Saat menerima Kunjungan Dinas Kominfo Provinsi NTB dan sejumlah Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD NTB, dengan Didampingi Kadis Kominfo Kota Bima Dr Muhammad Hasyim, Didampingi Kabid Kabid Kominfo Muhidin, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H Sukarno, di ruang Rapat Command Center Kantor Wali Kota Bima. Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, salah satu inovasi yang dilakukan adalah mendorong masyarakat menanam komoditas strategis seperti cabai sebagai upaya menekan gejolak harga. Selain itu, Dinas terkait juga telah memanfaatkan halaman kantor sebagai percontohan kebun pangan.

Baca Juga :  Awal 2026, Kapal Pesiar Terbesar Ovation of the Seas Singgah di Gili Mas, Gubernur NTB Pantau Langsung Kesiapan Lombok Sambut Dunia

“Di kantor kami sudah ada pemanfaatan halaman, dan insyaallah tahun 2026 nanti akan kita jadikan contoh untuk kelurahan-kelurahan lain. Kita tanam berbagai jenis sayuran seperti cabai dan tomat,” ujarnya.

Masita menambahkan, pihaknya juga telah menyalurkan bibit tanaman ke sejumlah kelurahan dan sekolah-sekolah. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran yang berpotensi berdampak pada keberlanjutan program di tahun 2026.

“Karena keterbatasan anggaran, ada kemungkinan program ini ditiadakan tahun depan. Harapan kami, ke depan masih bisa dilanjutkan karena manfaatnya besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, menegaskan bahwa persoalan ketahanan dan kemandirian pangan merupakan isu nasional yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata.

“Kemandirian pangan harus melibatkan kontribusi masyarakat. Pendekatannya tidak hanya struktural, tapi juga kelembagaan melalui kelompok ibu-ibu dan komunitas masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak inflasi lebih banyak dirasakan oleh dunia usaha. Namun demikian, sektor UMKM Kota Bima justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, terutama di bidang kuliner.

“UMKM kita tumbuh bagus, khususnya kuliner. Ini juga memengaruhi pola kebutuhan masyarakat yang sebagian besar dipenuhi oleh UMKM,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Orang Dalam, Gubernur NTB Miq Iqbal Resmi Berlakukan ‘Meritokrasi’ ASN

Terkait penganggaran, Hasyim mengungkapkan bahwa struktur APBD Kota Bima mengalami tekanan cukup besar. Dari kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 triliun, terjadi pemotongan lebih dari Rp300 miliar, sehingga menyisakan sekitar Rp700 miliar yang sebagian besar terserap untuk belanja pegawai.

“Akibatnya, banyak program prioritas yang terpaksa kita tunda di tahun 2026. Kita masih mencari pola-pola pembiayaan lain, baik dari provinsi maupun pusat, untuk memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam konteks pengentasan kemiskinan, Hasyim menegaskan komitmen penuh Pemkot Bima untuk mendukung program-program strategis, termasuk Program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi.

“Program Desa Berdaya ini luar biasa. Intinya, kemiskinan tidak bisa dientaskan hanya oleh Pemerintah. Masyarakat yang mengalami harus punya inovasi dan kekuatan sendiri untuk membangun keluarganya,” tegasnya.

Ia menambahkan, secara teknis pelaksanaan program akan dijabarkan lebih lanjut oleh dinas terkait, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pariwisata, agar program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Insyaallah semua program yang diluncurkan, termasuk yang digagas Pak Gubernur, akan kita dukung penuh demi kesejahteraan masyarakat Kota Bima,” pungkasnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri
Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka
Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal
Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan
Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode
Eceng Gondok Bendungan Batujai Dibidik Jadi Produk Ekspor, Disperindag NTB Dorong Industri Bernilai Tambah
Bendungan Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Investasi Awal Capai Rp450 Miliar
NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut, Ketua DPRD Isvie Tegaskan Komitmen Kawal Rekomendasi BPK
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:42 WIB

Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15 WIB

Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode

Berita Terbaru