SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa-Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa menghadapi tantangan serius. Selain jumlah Balita yang mengalami Stunting mencapai 3.325 Anak pada 2026, kebutuhan Anggaran penanganan Satu Anak diperkirakan mencapai sekitar Rp4,1 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat Pencegahan dan melibatkan berbagai Sektor dalam menangani Persoalan Stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat mengatakan keterbatasan fiskal Daerah menjadi salah satu tantangan dalam Pelaksanaan Program.
Karena itu, berbagai Inovasi terus dilakukan untuk menjaga efektivitas Pelayanan. Salah satunya melalui pemanfaatan Aplikasi Telemedicine.
H. Syarif juga mengungkapkan kebutuhan anggaran penanganan Satu Anak Stunting diperkirakan mencapai sekitar Rp4,1 juta.
Dengan jumlah Balita Stunting yang mencapai Ribuan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat upaya Pencegahan agar kasus baru dapat ditekan.
“Karena itu yang menjadi Pekerjaan Rumah Kita adalah Intervensi sensitif yang melibatkan multisektor,” jelas H. Syarif. saat menyampaikan sambutannya dalam acara Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi dokter dan petugas gizi puskesmas, Selasa (8/9/2026), di Ballroom La Grande Sumbawa.
Persoalan Stunting tidak hanya berkaitan dengan Layanan Kesehatan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menerapkan pendekatan konvergensi dalam percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Sebanyak 18 perangkat daerah terlibat dalam upaya tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai Organisasi Non-Pemerintah melalui Program tanggung jawab sosial Perusahaan atau CSR.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan persoalan Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan. “Masalah Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan,” tegas Bupati Jarot.
Menurut Bupati, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dengan melibatkan berbagai sektor dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Acara Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi Dokter dan Petugas Gizi Puskesmas, di Ballroom La Grande Sumbawa.
Pelatihan tersebut diikuti dokter dan petugas gizi dari 26 puskesmas se-Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang tepat bagi balita stunting dan malnutrisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Dr. dr. Nur Aisyah, Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardika, Dokter Spesialis anak, serta para fasilitator.
Bupati Jarot mengatakan Anak yang mengalami Stunting berisiko mengalami gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan. Mereka juga lebih rentan terhadap penyakit serta berpotensi memiliki Tingkat Produktivitas yang lebih rendah ketika Dewasa.
Karena itu, penanganan stunting harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Pembangunan Daerah.
Menurut Bupati, intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan intervensi sensitif. Di antaranya pemenuhan Akses Air Bersih, Jamban Layak/Toilet, Jaminan Kesehatan, Edukasi Pola Asuh, serta Pencegahan Paparan Asap Rokok.
“Ketika intervensi sensitif tidak dikendalikan dengan baik, akan sulit dilakukan penanganan terhadap Stunting,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah sanitasi. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan, sekitar 6,7 persen masyarakat masih menggunakan jamban dengan cara menumpang.
Karena itu, penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui Layanan Medis. Lingkungan tempat Anak tumbuh dan berkembang juga harus menjadi perhatian.
Bupati Jarot juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua mengenai Pola Asuh dan Pemenuhan Kebutuhan Anak.
Menurutnya, pemahaman keluarga mengenai Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh harus terus diperkuat secara masif dan berkelanjutan.
Bupati Jarot menilai peningkatan kapasitas Tenaga Kesehatan menjadi langkah penting dalam memperkuat Penanganan Stunting di tingkat lapangan.
Dokter dan Petugas Gizi Puskesmas merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka memiliki peran penting dalam mendeteksi sekaligus menangani Persoalan Gizi Anak.
Bupati Jarot memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit hingga Puskesmas, yang selama ini terus memberikan Pelayanan kepada Masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sarihusada Generasi Mahardika atas dukungannya kepada Kabupaten Sumbawa selama Tiga tahun terakhir.
Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui program CSR untuk meningkatkan kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting.
“Semoga ke depannya Kita masih akan terus meningkatkan kerja sama, khususnya dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










