3.325 Balita di Kabupaten Sumbawa Masih Stunting, Bupati Jarot: Ini Alarm untuk Semua Pihak

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 16:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot Saat Menyampaikan Pentingnya Penanganan Stunting Secara Bersama-sama Dalam Kegiatan Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi di Sumbawa.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot Saat Menyampaikan Pentingnya Penanganan Stunting Secara Bersama-sama Dalam Kegiatan Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi di Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa- Persoalan Stunting di Kabupaten Sumbawa Masih menjadi Pekerjaan Serius Pemerintah Daerah (Pemda). Pada 2026, tercatat 3.325 Balita mengalami Stunting, atau meningkat sebanyak 113 Balita.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot. Ia menegaskan, penanganan Stunting tidak bisa hanya mengandalkan Sektor Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai Sektor.

“Masalah Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan,” tegas Bupati Jarot.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi Dokter dan Petugas Gizi Puskesmas, Selasa (8/9/2026), di Ballroom La Grande Sumbawa.

Kegiatan tersebut diikuti Dokter dan Petugas Gizi dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Tenaga Kesehatan dalam menangani Balita Stunting dan Malnutrisi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Dr. dr. Nur Aisyah, Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardika, Dokter Spesialis Anak, serta para fasilitator.

Baca Juga :  Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan

Bupati Jarot menjelaskan, Anak yang mengalami Stunting berisiko mengalami gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan. Mereka juga lebih rentan terhadap penyakit serta berpotensi memiliki Tingkat Produktivitas yang lebih rendah ketika Dewasa.

Karena itu, penanganan Stunting harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Pembangunan Daerah.

Data yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menunjukkan Angka Stunting masih membutuhkan perhatian serius.

Pada 2023, angka stunting tercatat sekitar 25 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 29 persen pada 2024.

Sementara pada 2026, tercatat 3.325 balita mengalami Stunting, meningkat sebanyak 113 Balita.

Bupati Jarot menilai kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak. Menurutnya, penanganan tidak boleh hanya dilakukan terhadap Anak yang sudah mengalami stunting, tetapi harus diperkuat sejak dari hulu.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menerapkan pendekatan konvergensi dalam percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Dalam pendekatan tersebut, penanganan tidak hanya melibatkan Dinas Kesehatan. Sebanyak 18 perangkat daerah ikut mengambil bagian.

Dukungan juga datang dari berbagai Organisasi Non-Pemerintah melalui program tanggung jawab Sosial Perusahaan atau CSR.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa

Menurut Bupati, intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan intervensi sensitif. Di antaranya pemenuhan akses Air Bersih, Jamban Layak/Toilet, Jaminan Kesehatan, Edukasi Pola Asuh, serta Pencegahan Paparan Asap Rokok.

“Ketika intervensi sensitif tidak dikendalikan dengan baik, akan sulit dilakukan penanganan terhadap Stunting,” ujarnya.

Persoalan sanitasi masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan stunting di Sumbawa. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan, sekitar 6,7 persen masyarakat masih menggunakan Jamban/Toilet dengan cara menumpang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui layanan medis. Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang juga menjadi faktor penting.

Bupati Jarot juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan kebutuhan Anak.

Pemahaman keluarga mengenai Gizi, kesehatan, dan Pola Asuh, menurutnya, harus terus diperkuat secara masif dan berkelanjutan.

Dengan masih tingginya jumlah Balita yang mengalami Stunting, Bupati Jarot menegaskan seluruh pihak perlu memperkuat upaya Pencegahan dan Penanganan secara Bersama-sama.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB