Putri Mahkota Swedia Lihat Konservasi Laut NTB, Dari Penyu Hingga Rumput Laut

Avatar

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Putri Mahkota Swedia HRH Crown Princess Victoria bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau program konservasi laut di Gili Meno Turtle Sanctuary, Lombok Utara.

Putri Mahkota Swedia HRH Crown Princess Victoria bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau program konservasi laut di Gili Meno Turtle Sanctuary, Lombok Utara.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Utara- Upaya NTB Menjaga Ekosistem Laut mendapat perhatian Putri Mahkota Swedia sekaligus UNDP Goodwill Ambassador, HRH Crown Princess Victoria.

Bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Putri Mahkota Swedia meninjau langsung upaya Pelestarian Keanekaragaman hayati laut di Gili Meno Turtle Sanctuary, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat sejumlah Program Konservasi, mulai dari fasilitas Penangkaran Penyu, Transplantasi Terumbu Karang, hingga Inovasi Budidaya Rumput Laut yang melibatkan Masyarakat Pesisir.

Koordinator Satuan Pelayanan Lombok Utara Kawasan Konservasi Perairan Nasional Gili Matra KKP, Martha Nina, menyampaikan bahwa Kawasan tersebut menjadi tempat perlindungan Tiga Spesies Penyu yang terancam Punah, yakni Penyu Sisik, Penyu Lekang, dan Penyu Hijau.

“Kami melindungi telur hingga menetas dan cukup umur untuk dilepas. Data Terumbu Karang di sini menunjukkan tren kenaikan yang Positif,” jelasnya.

Baca Juga :  MoU Pemprov NTB-UNY, Lombok Utara Disiapkan Jadi Magnet Pendidikan dan Ekonomi

Menurut Martha, kolaborasi KKP dengan Komunitas lokal menjadi salah satu kunci dalam menjaga Tiga target Konservasi, yakni Terumbu Karang, Lamun, dan Ikan Karang.

Namun, upaya Pelestarian Terumbu Karang menghadapi tantangan perubahan Iklim, salah satunya Pemutihan Karang akibat pemanasan Global. Untuk menghadapi ancaman tersebut, pengelola bersama UNDP mulai merintis Program Asuransi Terumbu Karang.

“Kami melakukan Mitigasi degradasi akibat aktivitas Manusia. Namun ada parameter di luar jangkauan, yaitu kerusakan akibat pemanasan Global. Itu yang kami kerjasamakan dengan UNDP untuk menyusun Asuransi Terumbu Karang,” katanya.

Selain konservasi laut, kunjungan tersebut juga memperlihatkan inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya rumput laut.

Budidaya Rumput Laut di darat di Meno dikembangkan oleh Tim Ahli Universitas Mataram bersama Kelompok Perempuan Pesisir Lombok Timur.

“Kami memperkenalkan rumput laut yang ditumbuhkan di darat oleh komunitas perempuan. Mereka dapat membudidayakan sepanjang tahun dan menjual langsung. Kita tidak hanya bergantung ekspor bahan baku, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah,” kata Perwakilan Tim Ahli Unram, Eka.

Baca Juga :  Politisi PBB Nadirah Al-Habsyi Tak Main-Main, Rumah Singgah Pasien dari Sumbawa Siap Diperjuangkan Sampai Jadi

Menurutnya, Konservasi Penyu dan Terumbu Karang merupakan tanggung jawab semua pihak. Pelestarian Alam, Keseimbangan Ekosistem, dan Pembangunan harus berjalan bersama.

Program Budidaya Rumput laut tersebut mendapat apresiasi dari Putri Mahkota Swedia. Ia menyarankan agar hilirisasi produk Rumput Laut NTB diperluas hingga sektor farmasi.

Hal itu dinilai memiliki peluang besar karena banyak perusahaan di Swedia yang mengembangkan Produk Kesehatan berbasis Rumput Laut.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert, Deputi Bappenas Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo, serta Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB