3.325 Balita Alami Stunting di Kabupaten Sumbawa, Penanganan Satu Anak Capai Rp4,1 Juta

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 17:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat Saat Menyampaikan Kondisi Penanganan Stunting dan Tantangan Anggaran di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat Saat Menyampaikan Kondisi Penanganan Stunting dan Tantangan Anggaran di Kabupaten Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa-Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa menghadapi tantangan serius. Selain jumlah Balita yang mengalami Stunting mencapai 3.325 Anak pada 2026, kebutuhan Anggaran penanganan Satu Anak diperkirakan mencapai sekitar Rp4,1 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat Pencegahan dan melibatkan berbagai Sektor dalam menangani Persoalan Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat mengatakan keterbatasan fiskal Daerah menjadi salah satu tantangan dalam Pelaksanaan Program.

Karena itu, berbagai Inovasi terus dilakukan untuk menjaga efektivitas Pelayanan. Salah satunya melalui pemanfaatan Aplikasi Telemedicine.

H. Syarif juga mengungkapkan kebutuhan anggaran penanganan Satu Anak Stunting diperkirakan mencapai sekitar Rp4,1 juta.

Dengan jumlah Balita Stunting yang mencapai Ribuan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat upaya Pencegahan agar kasus baru dapat ditekan.

“Karena itu yang menjadi Pekerjaan Rumah Kita adalah Intervensi sensitif yang melibatkan multisektor,” jelas H. Syarif. saat menyampaikan sambutannya dalam acara Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi dokter dan petugas gizi puskesmas, Selasa (8/9/2026), di Ballroom La Grande Sumbawa.

Persoalan Stunting tidak hanya berkaitan dengan Layanan Kesehatan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menerapkan pendekatan konvergensi dalam percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Sebanyak 18 perangkat daerah terlibat dalam upaya tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai Organisasi Non-Pemerintah melalui Program tanggung jawab sosial Perusahaan atau CSR.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan persoalan Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan. “Masalah Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan,” tegas Bupati Jarot.

Baca Juga :  Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Menurut Bupati, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dengan melibatkan berbagai sektor dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Acara Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi Dokter dan Petugas Gizi Puskesmas, di Ballroom La Grande Sumbawa.

Pelatihan tersebut diikuti dokter dan petugas gizi dari 26 puskesmas se-Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang tepat bagi balita stunting dan malnutrisi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Dr. dr. Nur Aisyah, Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardika, Dokter Spesialis anak, serta para fasilitator.

Bupati Jarot mengatakan Anak yang mengalami Stunting berisiko mengalami gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan. Mereka juga lebih rentan terhadap penyakit serta berpotensi memiliki Tingkat Produktivitas yang lebih rendah ketika Dewasa.

Karena itu, penanganan stunting harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Pembangunan Daerah.

Menurut Bupati, intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan intervensi sensitif. Di antaranya pemenuhan Akses Air Bersih, Jamban Layak/Toilet, Jaminan Kesehatan, Edukasi Pola Asuh, serta Pencegahan Paparan Asap Rokok.

“Ketika intervensi sensitif tidak dikendalikan dengan baik, akan sulit dilakukan penanganan terhadap Stunting,” ujarnya.

Baca Juga :  Panen Tiga Kali Setahun, Gubernur Miq Iqbal Hidupkan Kembali Irigasi Mati di Lombok Tengah

Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah sanitasi. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan, sekitar 6,7 persen masyarakat masih menggunakan jamban dengan cara menumpang.

Karena itu, penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui Layanan Medis. Lingkungan tempat Anak tumbuh dan berkembang juga harus menjadi perhatian.

Bupati Jarot juga menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua mengenai Pola Asuh dan Pemenuhan Kebutuhan Anak.

Menurutnya, pemahaman keluarga mengenai Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh harus terus diperkuat secara masif dan berkelanjutan.

Bupati Jarot menilai peningkatan kapasitas Tenaga Kesehatan menjadi langkah penting dalam memperkuat Penanganan Stunting di tingkat lapangan.

Dokter dan Petugas Gizi Puskesmas merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka memiliki peran penting dalam mendeteksi sekaligus menangani Persoalan Gizi Anak.

Bupati Jarot memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit hingga Puskesmas, yang selama ini terus memberikan Pelayanan kepada Masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sarihusada Generasi Mahardika atas dukungannya kepada Kabupaten Sumbawa selama Tiga tahun terakhir.

Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui program CSR untuk meningkatkan kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting.

“Semoga ke depannya Kita masih akan terus meningkatkan kerja sama, khususnya dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Tak Cukup Tumbuhkan Angka, Rakyat Harus Sejahtera
Sekda NTB Tegaskan Aset Daerah Bukan Milik Pribadi, Pemprov Siapkan Rencana Aksi
KPK Beri Peringatan ke Pemprov NTB: Saatnya Berbenah, Bukan Sekadar Rapat
Operasi Narkoba di Hiburan Malam Senggigi: 21 Orang Positif, Sabu dan 23 Butir Inex Disita
Sumbawa Produksi 650 Ribu Ton Jagung, Limbahnya Dibidik Jadi Produk Kerajinan Bernilai Ekonomi
PSOI NTB Optimistis Bidik Emas di PON 2028, Kejurnas Jadi Ajang Ukur Kekuatan Lawan
Atlet PSOI NTB Torehkan Prestasi di Kejurnas dan LSI Bali, Ini Daftar Nama dan Peraih Medali
Atlet PSOI NTB Bronson Meydi Borong Emas di Kejurnas dan Liga Surfing Indonesia di Bali
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Tak Cukup Tumbuhkan Angka, Rakyat Harus Sejahtera

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Sekda NTB Tegaskan Aset Daerah Bukan Milik Pribadi, Pemprov Siapkan Rencana Aksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:38 WIB

KPK Beri Peringatan ke Pemprov NTB: Saatnya Berbenah, Bukan Sekadar Rapat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:40 WIB

Operasi Narkoba di Hiburan Malam Senggigi: 21 Orang Positif, Sabu dan 23 Butir Inex Disita

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:08 WIB

Sumbawa Produksi 650 Ribu Ton Jagung, Limbahnya Dibidik Jadi Produk Kerajinan Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru