Wagub NTB Luncurkan BKOW KUAT, Perang Lawan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting Dimulai dari Keluarga

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal saat meluncurkan Program BKOW KUAT dan penguatan Desa Berdaya di Lombok Tengah sebagai upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal saat meluncurkan Program BKOW KUAT dan penguatan Desa Berdaya di Lombok Tengah sebagai upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Tengah- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting tidak cukup hanya mengandalkan bantuan ekonomi maupun layanan kesehatan. Perubahan pola pikir (mindset), penguatan ketahanan keluarga, serta pola asuh yang tepat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program BKOW KUAT (Komunitas Unggul Anak Tangguh) yang dirangkaikan dengan penguatan Program Desa Berdaya di Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (Ummi Dinda) bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan keluarga secara berkelanjutan.

Program tersebut dirancang untuk menyentuh akar persoalan masyarakat melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga membangun kesadaran dan kualitas sumber daya manusia sejak dalam keluarga.

Baca Juga :  Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Dalam implementasinya, Program Desa Berdaya menitikberatkan pada tiga sektor utama, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pengurangan kemiskinan ekstrem.

Pemerintah Provinsi NTB meyakini bahwa penguatan ekonomi keluarga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam program ini adalah fenomena fatherless parenting, yakni minimnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak.

Pemprov NTB menegaskan bahwa keberhasilan tumbuh kembang anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu semata. Kehadiran dan keterlibatan aktif seorang ayah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, dan masa depan anak.

Melalui pendekatan preventif, program ini juga mendorong edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, serta pembiasaan pola hidup sehat sejak dini sebagai langkah strategis untuk mencegah stunting sebelum terjadi.

Baca Juga :  APPMBGI NTB Resmi Terbentuk, Siap Bongkar dan Advokasi Masalah Dapur MBG

Pola pencegahan tersebut diharapkan mampu menekan berbagai faktor risiko yang selama ini menjadi penyebab utama munculnya kasus stunting dan masalah sosial lainnya.

Tidak hanya berupa edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Berbagai layanan diberikan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian tablet tambah darah bagi pelajar, bantuan sembako untuk lansia, bantuan telur bagi anak berisiko stunting, hingga pelatihan pengolahan makanan bergizi bersama IKABOGA.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dari berbagai aspek.

Melalui sinergi antara Program Desa Berdaya dan BKOW KUAT, Pemerintah Provinsi NTB optimistis dapat melahirkan generasi yang lebih sehat, tangguh, produktif, dan berdaya saing.

Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju NTB Makmur Mendunia, sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting secara berkelanjutan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Wagub NTB Buka Lomba Tradisional Antar-OPD, ASN Diminta Junjung Sportivitas
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka

Berita Terbaru

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB