3.325 Balita Alami Stunting, 6,7 Persen Warga Kabupaten Sumbawa Masih Numpang Toilet

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 21:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat saat Menyampaikan Kondisi Stunting dan Pentingnya Intervensi Sensitif Lintas Sektor di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat saat Menyampaikan Kondisi Stunting dan Pentingnya Intervensi Sensitif Lintas Sektor di Kabupaten Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa-Persoalan Sanitasi masih menjadi Salah Satu tantangan dalam upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, sekitar 6,7 persen Masyarakat masih menggunakan Jamban dengan cara menumpang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui Layanan Kesehatan. Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan persoalan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dengan melibatkan berbagai sektor.

“Masalah Stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Sektor Kesehatan,” tegas Bupati Jarot.

Menurut Bupati, intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan intervensi sensitif. Salah satunya adalah pemenuhan akses terhadap Air Bersih dan Jamban yang layak.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Terpilih Iqbal-Dinda Dinyatakan Sehat, Siap Ikuti Pelantikan dan Pelatihan di Akmil

“Ketika intervensi sensitif tidak dikendalikan dengan baik, akan sulit dilakukan penanganan terhadap Stunting,” ujarnya.

Masih adanya Masyarakat yang menggunakan jamban dengan cara menumpang menunjukkan bahwa persoalan sanitasi masih membutuhkan perhatian dalam upaya menekan Angka Stunting.

Data yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan menunjukkan, pada 2026 tercatat 3.325 Balita mengalami stunting, meningkat sebanyak 113 Balita.

Kondisi tersebut membuat pencegahan sejak dari hulu menjadi penting. Upaya penanganan tidak hanya diarahkan kepada anak yang sudah mengalami Stunting, tetapi juga menyasar berbagai faktor yang dapat memengaruhi tumbuh kembang Anak.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menerapkan pendekatan Konvergensi dalam percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Sebanyak 18 Perangkat Daerah terlibat dalam upaya tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai Organisasi Non-Pemerintah melalui Program tanggung jawab sosial Perusahaan atau CSR.

Baca Juga :  Bupati Sumbawa Jemput Bola ke NAM Air, Dorong Rute Baru Pacu Investasi dan Ekonomi

Selain persoalan Sanitasi, Bupati Jarot juga menekankan pentingnya edukasi kepada Orang Tua mengenai Pola Asuh dan Pemenuhan Kebutuhan Anak.

Menurutnya, pemahaman keluarga mengenai Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh harus terus diperkuat secara masif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat juga menekankan pentingnya intervensi sensitif yang melibatkan banyak sektor.

“Karena itu yang menjadi Pekerjaan Rumah Kita adalah Intervensi sensitif yang melibatkan Multisektor,” jelas H. Syarif.

Dengan demikian, persoalan stunting di Sumbawa tidak hanya menjadi tanggung jawab Tenaga Kesehatan. Perbaikan sanitasi, lingkungan, edukasi keluarga dan keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam upaya menekan Kasus Stunting.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Ucapkan Selamat kepada Mohan Roliskana, Berharap Olahraga Makin Berprestasi
Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Ucapkan Selamat kepada Mohan Roliskana, Berharap Olahraga Makin Berprestasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB