SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Peringatan HUT ke-15 Garnita Malahayati NasDem tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) tak sekadar menjadi Momentum Seremonial. Di tengah perayaan tersebut, Garnita NasDem memilih Turun Langsung menyentuh kebutuhan dasar Siswa melalui aksi sosial perbaikan Fasilitas Sanitasi Sekolah.
Melalui program GARNITA PEDULI, Garnita Malahayati NasDem NTB mengambil bagian dalam Gerakan Restorasi 1.500 Kakus Sekolah yang digelar secara Nasional. Di NTB, tahap awal program menyasar Tiga Sekolah di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 23 Mataram di Kecamatan Selaparang, SDN 108 Pajang Mataram, serta SDN 1 Batulayar Barat di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
Sebanyak 11 kakus sekolah direstorasi melalui program tersebut. Perbaikan dilakukan mulai dari membersihkan fasilitas kloset, mengecat ulang toilet agar lebih bersih dan higienis, mengganti pintu MCK yang sudah lapuk, hingga menyediakan berbagai perlengkapan MCK.
Tidak hanya memperbaiki fasilitas yang rusak, sejumlah toilet yang sebelumnya tidak digunakan juga kembali difungsikan. Langkah tersebut dilakukan karena ketersediaan kakus di sejumlah sekolah dinilai belum sebanding dengan jumlah murid.
Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem NTB, Ir. Sri Wahyuni, mengatakan pembenahan fasilitas sanitasi Sekolah menjadi salah satu bentuk kepedulian Garnita terhadap kebutuhan siswa.
“Program ini kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh Anak-anak di Sekolah. Toilet merupakan fasilitas dasar, tetapi sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan siswa,” ujarnya, Kamis (3/9/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.
Menurutnya, kegiatan sosial tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk kegiatan besar. Persoalan sederhana yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat juga penting mendapat perhatian.
“Kalau fasilitas toiletnya bersih, layak dan bisa digunakan dengan baik, tentu Anak-anak akan lebih nyaman berada di Sekolah. Ini yang ingin kami hadirkan melalui GARNITA PEDULI,” katanya.
Pelaksanaan Restotasi diawali dengan survei terhadap kondisi fasilitas di masing-masing Sekolah. Setelah dilakukan pemetaan kebutuhan, proses pengerjaan berlangsung kurang lebih selama 15 hari.
Restorasi kakus sekolah yang dilakukan Garnita Malahayati NasDem NTB bukan merupakan program yang berdiri sendiri. Gerakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Restorasi 1.500 Kakus Sekolah yang dijalankan Garnita Malahayati NasDem secara nasional.
Program restorasi tersebut merupakan implementasi instruksi Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, KK Andina Thresia Narang, sekaligus bagian dari program yang dicanangkan Ketua Umum Partai NasDem, H. Surya Paloh.
Karena itu, Garnita NasDem NTB mengambil bagian melalui aksi nyata di daerah dengan merestorasi 11 kakus di tiga Sekolah pada tahap awal.
Sri Wahyuni menegaskan, keterlibatan Garnita NTB dalam gerakan tersebut merupakan bentuk kontribusi daerah terhadap gerakan sosial yang lebih luas.
“NTB tentu mengambil bagian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di daerah. Kami ingin apa yang dilakukan ini tidak berhenti pada perayaan HUT, tetapi benar-benar menjadi kegiatan yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Secara nasional, Gerakan Restorasi 1.500 Kakus Sekolah diarahkan untuk menghadirkan kegiatan konkret yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya kalangan bawah, sehingga kegiatan organisasi tidak hanya identik dengan seremoni.
Pelaksanaan program GARNITA PEDULI di NTB juga mendapat dukungan dari struktur Partai NasDem.
Sebagai sayap Partai NasDem, Garnita Malahayati NasDem NTB mendapat dukungan maksimal dari Ketua DPW Partai NasDem NTB, Kaka H. Mori Hanafi.
Dukungan juga datang dari Kaka H. Fauzan Khalid, anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Fraksi NasDem DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ketua Fraksi dan anggota DPRD NasDem Kota Mataram, serta Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Lombok Barat.
Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena kolaborasi berbagai unsur dinilai penting agar program dapat berjalan dan menyentuh langsung Sekolah yang membutuhkan.
“Dukungan dari semua pihak tentu sangat berarti. Karena tujuan kita sederhana, bagaimana fasilitas yang ada di sekolah bisa lebih layak sehingga Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan lingkungan Sekolah menjadi lebih sehat,” katanya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










