SUMBAWAPOST.com |™Mataram- Teka-teki Mengenai Siapa yang akan melaju ke Tahap Pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Periode 2026-2030 akhirnya terjawab.
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi menyatakan Dua Bakal Calon (Balon) yang mengembalikan berkas Pendaftaran, yakni Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal, tidak memenuhi syarat (TMS) atau gagal Menjadi Calon.
Dengan keputusan tersebut, tidak ada satu pun Bakal Calon yang berhasil melaju ke tahap Pencalonan Ketua KONI NTB Periode 2026-2030.
Wakil Ketua TPP Andik Budi Hariono mengungkapkan, Dari Tiga orang yang mengambil Formulir pendaftaran, hanya dua orang yang mengembalikan berkas.
Sementara Satu Orang lainnya, yakni Subakti, tidak mengembalikan formulir hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Setelah dilakukan Verifikasi dan Validasi, kedua nama yang mengembalikan berkas tersebut dipastikan tidak lolos ke tahap selanjutnya.
”Dari Dua Bakal Calon ini, kami Nyatakan dari TPP adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” tegas Andik Budi Hariono dalam konferensi pers, dalam keterangan yang diterima media ini, Selasa (18/8/2026).
Andik menjelaskan secara rinci penyebab kedua kandidat tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Untuk Mori Hanafi, Kendala Utama terletak pada dukungan dari KONI Kabupaten/Kota yang kurang dari batas Minimal 30 persen.
Kondisi tersebut terjadi lantaran adanya dukungan ganda dari beberapa daerah, yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dompu, yang juga memberikan dukungan kepada kandidat lain.
Dukungan ganda tersebut kemudian dinyatakan batal atau gugur sehingga jumlah dukungan Mori Hanafi tidak memenuhi batas minimal yang dipersyaratkan.
Sementara itu, untuk Lalu Muhamad Iqbal, TPP menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau menjabat sebagai ketua umum Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) maupun KONI Kabupaten/Kota.
Hasil verifikasi tersebut membuat Lalu Muhamad Iqbal juga tidak dapat naik status dari bakal calon menjadi calon Ketua KONI NTB.
Dengan gugurnya dua nama tersebut, proses penjaringan yang dilakukan TPP untuk saat ini tidak menghasilkan satu pun kandidat yang memenuhi syarat.
“Tugas kami selesai sampai di sini. Seluruh laporan hasil kinerja TPP telah kami serahkan kepada Ketua KONI NTB,” ujar Andik.
Anggota TPP Asnirawati menambahkan, selain persoalan dukungan KONI Kabupaten/Kota, terdapat juga sejumlah dukungan ganda dari cabang olahraga (Cabor) untuk kedua kandidat.
Beberapa cabor yang terdeteksi memberikan dukungan ganda antara lain IBCA MMA, Aerosport (FASI), Anggar (IKASI), Voli (PBVSI), Tenis Lapangan (Pelti), dan Panjat Tebing (FPTI).
Temuan tersebut menjadi bagian dari Proses Verifikasi dan validasi yang dilakukan TPP terhadap seluruh dokumen dukungan bakal calon.
Mengenai kelanjutan proses pemilihan atau kemungkinan pembukaan kembali pendaftaran, TPP menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada KONI NTB.
Selanjutnya, KONI NTB akan berkomunikasi dengan KONI Pusat untuk menentukan langkah berikutnya terkait proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Dengan demikian, hingga hasil Verifikasi TPP diumumkan pada Selasa (18/8/2026), belum ada satu pun Kandidat yang dinyatakan Memenuhi Syarat untuk maju sebagai Calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Menjadi Catatan, Sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), persaingan menuju kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 2026-2030 sempat mengerucut pada dua nama besar, yakni Petahana H Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Mori Hanafi lebih dulu memastikan diri ikut dalam proses penjaringan. Ketua KONI NTB tersebut secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB di Sekretariat KONI NTB, Selasa (11/8/2026).
Kedatangan Mori diterima langsung jajaran Panitia Pemilihan Ketua KONI NTB. Sebagai petahana, Mori kembali maju untuk memimpin KONI NTB untuk periode 2026-2030.
Selang beberapa hari kemudian, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut masuk dalam bursa perebutan kursi Ketua KONI NTB.
Iqbal mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum untuk menantang petahana Mori Hanafi. Berkas pendaftaran diserahkan seusai salat Jumat, Jumat (14/8/2026).
Dalam proses pendaftaran tersebut, Iqbal datang didampingi Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska dan Ketua FPTI NTB Nadirah.
Persaingan Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal pun menjadi perhatian dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Namun, dinamika tersebut berubah setelah TPP mengumumkan hasil verifikasi dan validasi berkas pada Selasa (18/8/2026).
TPP menyatakan Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal sama-sama tidak memenuhi syarat untuk melaju sebagai calon Ketua KONI NTB.
Untuk Mori, TPP menyebut dukungan dari KONI Kabupaten/Kota tidak mencapai batas minimal 30 persen setelah terdapat dukungan ganda dari sejumlah daerah.
Sedangkan Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau menjabat sebagai ketua umum Pengprov cabang olahraga maupun KONI Kabupaten/Kota.
Dengan keputusan tersebut, dua nama yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam perebutan kursi Ketua KONI NTB justru sama-sama terhenti pada tahap Verifikasi.
Kini, kelanjutan proses pemilihan, termasuk kemungkinan pembukaan kembali pendaftaran, menjadi kewenangan KONI NTB yang selanjutnya akan berkomunikasi dengan KONI Pusat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










