Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 20:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nasrin, pengusaha asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Mengembangkan Daun Kelor Menjadi Produk Teh Kelor yang Dipasarkan Hingga Mancanegara.

Nasrin, pengusaha asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Mengembangkan Daun Kelor Menjadi Produk Teh Kelor yang Dipasarkan Hingga Mancanegara.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Berawal dari titik terendah, Nasrin, pengusaha asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, berhasil mengembangkan tanaman Kelor menjadi produk bernilai ekonomi hingga menembus pasar internasional.

Nasrin, yang lahir pada 1 Juli 1972, menyulap Daun Kelor yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dan hanya digunakan sebagai bahan sayur rumahan menjadi bahan baku minuman teh yang dikenal sebagai Teh Kelor.

Kini, Nasrin mendorong kelor menjadi salah satu komoditas bernilai ekonomis. Tidak hanya untuk minuman, kelor juga dikembangkan sebagai bahan baku produk kesehatan, seperti minuman herbal dan makanan.

Sosok Nasrin berhasil mengembangkan komoditas tersebut hingga dikenal di kancah internasional. Ia pun memiliki cita-cita menjadikan kelor NTB dikenal hingga ke seluruh dunia.

“Saya ingin kelor NTB jadi terkenal, tidak saja di NTB, Nasional, tapi Dunia tahu,” katanya, saat dimintai keterangannya ketika menghadiri undangan sebagai narasumber untuk diwawancarai peserta UKW PWI NTB, Jumat (11/9/2026) di Aula Utama Kantor Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Kota Mataram.

Perjalanan usaha Nasrin dimulai sejak masih duduk di bangku SMP. Ia merantau dari Kilo ke Makassar dengan berbekal ijazah SMP. Di Makassar, ia bekerja sebagai sales dan kemudian dipercaya menjadi kepala cabang.
Pada 1990, Nasrin pindah ke Surabaya. Ia bekerja sebagai pengantar dan kemudian dipercaya menjabat sebagai wakil direktur.

Baca Juga :  Musyafirin Tolak Mundur dari PDIP, Tetap Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, Rachmat Hidayat Pastikan Dipecat

“Pada tahun 1993, saya pindah dari Surabaya ke Lombok. Bermodalkan 500 ribu. Membagi uang itu untuk bayar kos, makan dan beli bahan baku memulai usaha,” ungkapnya.

Nasrin mengungkapkan, perjalanan hidup dan usahanya tidak selalu berjalan mulus. “Saya pernah diremehkan, pernah dicemooh orang, dianggap remeh sama orang, saya dianggap tidak layak dan mampu, karena saya hanya lulusan ijazah SMP, bahkan untuk minta bantuan saja susah,” keluhnya.

Namun, kondisi tersebut justru menjadi pemacu semangat bagi Nasrin untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

“Ya alhamdulillah, atas keraguan dan cemoohan itu saya buktikan saya bisa, bahkan saya sekarang sudah kuliah S2, dan anak saya sudah Doktor,” ungkap Nasrin.

Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nasrin. Berkat mengembangkan daun kelor menjadi teh yang dikenal di NTB hingga pasar internasional, usahanya terus berkembang. “Karyawan saya saat ini 35 orang dengan omzet tertinggi sebesar lima miliar,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran, DPRD NTB Ingatkan: Rumah Kosong di Mataram Rawan, Pengamanan Harus Diperketat

Nasrin mengungkapkan, usahanya bernama CV TribTani Utama yang bergerak di industri tani Teh Kelor. Kantornya berada di BTN Sakura Raya, Blok G Nomor 10, BTN Sweta Indah, Mataram.

Sejumlah merek kemudian dikembangkan, di antaranya Sasambo Bidom, Kidom, Mori Thai, Joker dan Akila.

“Tidak hanya minuman, saat ini saya kembangkan produk dengan berbahan kelor dibuatkan kapsul vitamin, minuman nutrisi dan antioksidan,” ungkapnya.

Kebutuhan bahan baku setiap bulan mencapai 20-30 ton. “Dikirim ke Singapore, Australia, Malaysia dan Spanyol,” terangnya. Sembari mengatakan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang untuk pengembangan kelor sebagai bahan kecantikan.

Bagi Nasrin, kelor bukan hanya sekadar tanaman. Kelor telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, dari seorang perantau dengan modal Rp500 ribu hingga membawa produk rumahan mendunia.

Dari perjalanan tersebut, banyak mahasiswa dan pebisnis muda yang mengundangnya menjadi pemateri.

“Alhamdulillah banyak mengundang jadi inspirasi, berkat keseriusan dan keuletan saya dalam membangun usaha ini sehingga dapat merasakan manfaatnya, terutama bisa berangkatkan ibu saya naik haji,” terangnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru