Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Mengapresiasi Kerja Keras Basarnas dan Tim SAR Gabungan Dalam Proses Pencarian dan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8.

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Mengapresiasi Kerja Keras Basarnas dan Tim SAR Gabungan Dalam Proses Pencarian dan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8.

SUMBAWAPOST.com|™Jakarta- Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Menyampaikan Apresiasi kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta seluruh Tim SAR Gabungan yang terus bekerja keras dalam Proses Pencarian dan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8.

Mori menilai upaya pencarian korban dalam tragedi KM Virgo Transport 8 menghadapi kondisi yang tidak mudah dan kompleks. Menurutnya, Basarnas bersama Tim SAR Gabungan telah menunjukkan Komitmen, Keberanian, serta berbagai upaya teknis dalam menjalankan Operasi Pencarian.

“Saya mengapresiasi kerja keras Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan. Dalam kondisi yang tidak mudah seperti ini, mereka sudah bekerja out of the box, mencari berbagai cara dan terobosan agar proses pencarian korban tetap dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Mori Jum’at (2/10/2026).

Menurut Mori, operasi SAR dengan kondisi kapal, arus laut, keterbatasan akses, serta risiko bagi penyelam membutuhkan kreativitas, teknologi, pengalaman, dan keberanian dalam mengambil langkah-langkah teknis yang tidak biasa.

“Ini bukan operasi yang sederhana. Karena itu saya melihat Basarnas sudah berusaha menggunakan seluruh kemampuan yang ada, baik dari sisi Personel, Teknologi maupun Koordinasi Lintas unsur. Kerja seperti ini patut kita hargai,” ujar Duta Partai NasDem Dapil NTB I (Pulau Sumbawa)

Mori juga memberikan penghormatan kepada para penyelam dan seluruh personel SAR yang tetap menjalankan tugas di tengah risiko tinggi dalam proses pencarian korban.

“Di balik operasi ini ada keluarga korban yang masih menunggu kepastian. Karena itu setiap ikhtiar Basarnas untuk menemukan korban sangat berarti. Negara harus terus memberikan dukungan penuh kepada mereka,”Kata Mori yang juga Ketua DPW NasDem NTB ini.

Mantan Pimpinan DPRD NTB ini berharap pengalaman dari operasi KM Virgo dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat kemampuan Basarnas, khususnya dalam pengembangan teknologi pencarian bawah laut dan operasi penyelamatan pada kondisi ekstrem.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Mori Hanafi Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Bima, Perkuat Pemahaman Nilai Kebangsaan

Menurutnya, penguatan kemampuan tersebut penting agar Indonesia memiliki kapasitas pencarian dan penyelamatan yang semakin adaptif dalam menghadapi situasi darurat di Wilayah perairan.

“Basarnas sudah menunjukkan kerja keras dan keberanian untuk keluar dari pola biasa. Ke depan kemampuan seperti ini harus terus diperkuat agar respons SAR Indonesia semakin cepat, modern dan profesional,” pungkas Mori.

Apresiasi tersebut disampaikan di tengah masih berlangsungnya operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.

Memasuki hari ke-21 operasi SAR, Basarnas menyebut tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi 50 jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, meskipun pencarian bawah air menghadapi berbagai keterbatasan di lokasi.

“Penyelaman merupakan salah satu upaya penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman, dilaksanakan rata-rata empat sampai lima sortie per hari. Setiap sortie dikerahkan dua sampai tiga tim dengan kekuatan lima penyelam tiap tim,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers. Sabtu malam (3/10/2026)

Dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, disebutkannya bahwa sejak kecelakaan pada Minggu (13/9), kegiatan penyelaman dilaksanakan sekitar hari ketiga mulai pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WITA. Hingga operasi SAR hari ke-21, sebanyak 50 korban dalam kondisi meninggal dunia telah dievakuasi oleh penyelam.

“Metode penyelaman memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pencarian dan evakuasi korban, meskipun pelaksanaannya dihadapkan pada keterbatasan kondisi cuaca maupun kondisi lokasi pelaksanaan operasi SAR underwater,” ucapnya.

Basarnas juga mengevaluasi bahwa semakin jauh operasi penyelaman dilakukan ke bagian dalam kapal, semakin kompleks risiko yang dihadapi. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara strategi dan upaya pencarian dengan keselamatan personel.

Baca Juga :  Predator Anak di Bima Ditetapkan Tersangka Usai Masyarakat Laporkan Kasat Reskrim ke Polda NTB

Dalam operasi tersebut, penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal. Namun, penetrasi lebih jauh terhambat banyaknya barang, material, dan debris di dalam kapal.

“Beberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam, namun setelah hari ke-19 operasi SAR tidak ditemukan lagi korban dari akses tersebut,” tuturnya.

Syafii menyebutkan risiko penyelaman juga dipengaruhi struktur kapal yang tidak stabil karena posisi kapal masih dapat mengalami perubahan trim dan kemiringan yang dikhawatirkan meningkatkan risiko apabila perubahan kemiringan terjadi secara tiba-tiba saat penyelam berada di dalam kapal.

Selain itu, visibilitas sangat rendah akibat sedimen dan debris yang tidak hanya menghambat pencarian, tetapi juga meningkatkan risiko disorientasi penyelam. Kemudian terdapat pula banyak benda tajam yang dapat menyebabkan luka maupun cedera serta potensi bahaya kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.

“Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas juga menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan Scuba, waktu kerja diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam setiap penyelaman, sehingga kondisi kapal, lingkungan bawah air, visibilitas, debris, kontaminasi, kedalaman, dan waktu kerja menjadi pertimbangan dalam operasi SAR underwater,” ujarnya.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 188 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Berdasarkan pertimbangan setelah melakukan evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi SAR dengan waktu yang fleksibel sesuai perkembangan di lapangan dan menyesuaikan dengan jumlah personel. Operasi tetap melibatkan unsur instansi yang telah terlibat sejak awal pelaksanaan operasi SAR.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah
Pemprov NTB Turun Tangan ke Pulau Bungin, 500 Nelayan Difasilitasi 2026, 5.000 pada 2027
Pulau Bungin Jadi Pilot Project NTB, Legalitas Usaha hingga Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Dibidik
Gubernur NTB Bongkar Masalah Tambak Udang di Sumbawa
Taliwang Sabet Juara Umum MTQ XXII KSB, Brang Ene Ditunjuk Jadi Tuan Rumah 2027
Unram Diharapkan Jadi Rumah Penyelesaian Masalah NTB, Bukan Sekadar Penghasil Lulusan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Pemprov NTB Turun Tangan ke Pulau Bungin, 500 Nelayan Difasilitasi 2026, 5.000 pada 2027

Berita Terbaru