SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Upaya mencetak eksportir baru dari Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diperkuat. Melalui kolaborasi antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk melahirkan eksportir-eksportir baru, khususnya dari kalangan UMKM di Pulau Lombok dan NTB secara umum. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta delegasi Ghana Exim Bank yang didampingi Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Aryanti Dwiyani, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM agar mampu menembus pasar internasional.
“Pemerintah berkomitmen hadir memberikan dukungan nyata melalui edukasi dan pelatihan, pendampingan usaha serta memfasilitasi akses pembiayaan agar UMKM di NTB dapat naik kelas dan memiliki daya saing global,” ujar Dr. Aryanti Dwiyani mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (28/6/2026)
Menurutnya, sinergi antara Kementerian Keuangan, LPEI, dan Pemerintah Provinsi NTB menjadi fondasi penting dalam memperkuat kapasitas UMKM agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekspor yang berkelanjutan.
Menariknya, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian internasional. Delegasi Ghana Exim Bank yang terdiri dari Mr. Frank dan Mr. Michael hadir untuk mempelajari model pembinaan eksportir milik Indonesia Eximbank melalui CPNE (Coaching Program for New Exporter) Academy.
Program tersebut dinilai berhasil mendorong lahirnya eksportir baru di Indonesia dan direncanakan akan diadaptasi untuk pengembangan UMKM di Ghana, Afrika.
Kehadiran delegasi Ghana menjadi bukti bahwa model pengembangan UMKM dan eksportir yang diterapkan Indonesia mulai mendapat perhatian dari negara lain sebagai referensi dalam memperkuat daya saing usaha kecil dan menengah.
Dalam arahannya, Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menekankan sejumlah faktor penting yang harus dimiliki pelaku UMKM untuk dapat bersaing di pasar internasional.
“Keberanian dan niat nyata, konsistensi pasokan, menjaga kualitas produk, serta etika bisnis menjadi faktor penting yang harus dimiliki UMKM untuk sukses menembus pasar global,” tegas Maria Sidabutar.
Ia juga mengingatkan bahwa proses menjadi eksportir tidak berhenti pada pelatihan semata. Pelaku usaha perlu terus belajar, memperluas jaringan, serta berani mengambil peluang ekspor yang tersedia.
Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut ke dalam usaha masing-masing sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal NTB di pasar internasional.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekspor daerah sekaligus mendukung visi NTB Makmur Mendunia melalui lahirnya lebih banyak UMKM berorientasi ekspor dan berdaya saing global.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










