Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Caca Handika saat memberikan keterangan kepada media. Caca menegaskan bahwa apresiasi terhadap tokoh publik, termasuk Sari Yuliati, harus diukur berdasarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat NTB.

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Caca Handika saat memberikan keterangan kepada media. Caca menegaskan bahwa apresiasi terhadap tokoh publik, termasuk Sari Yuliati, harus diukur berdasarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat NTB.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bali-Nusa Tenggara (Bali-Nusra), Caca Handika, menyoroti fenomena maraknya pujian yang diberikan kepada tokoh publik, termasuk Wakil Ketua DPR RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Sari Yuliati.

Menurutnya, apresiasi terhadap seorang pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa pujian seharusnya tidak berhenti pada popularitas atau pencitraan, melainkan harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pujian tentu sah-sah saja diberikan. Namun yang lebih penting adalah sejauh mana dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat bukan hanya popularitas atau posisi yang dimiliki, tetapi manfaat yang benar-benar sampai kepada rakyat,” ujar Caca Handika kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Caca menyusul berbagai apresiasi yang belakangan diberikan kepada Sari Yuliati di ruang publik. Menurutnya, setiap penghargaan maupun pengakuan terhadap seorang politisi perlu dibarengi dengan evaluasi yang objektif terhadap kontribusi dan manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  IKA MT Al-Kahfi FKIP Unram Kembali Gelar Olimpiade Matematika ke-4 se-Bali Nusra, Pendaftaran Resmi Dibuka

Ia menegaskan bahwa masyarakat NTB berhak mengetahui dan menilai sejauh mana program, kebijakan, maupun perjuangan para wakil rakyat benar-benar memberikan dampak bagi pembangunan daerah.

“Kita harus membangun tradisi demokrasi yang sehat. Pujian jangan hanya berhenti pada pencitraan atau popularitas, tetapi harus dilihat dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah, pendidikan, ekonomi, dan berbagai kebutuhan publik lainnya,” katanya.

Caca menilai NTB masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kualitas pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, menurutnya, kehadiran wakil rakyat harus mampu menjawab persoalan tersebut melalui kerja yang terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rakyat membutuhkan kerja nyata. Mereka ingin melihat hasil, bukan hanya mendengar narasi keberhasilan. Karena pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan menilai siapa yang benar-benar bekerja untuk kepentingan daerah,” tegasnya.

Meski demikian, Caca menegaskan bahwa pandangannya tidak dimaksudkan sebagai serangan personal terhadap individu tertentu. Ia menyebut kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Baca Juga :  Lagi Asyik Main Sama Bibinya, Balita di Lombok Timur Hilang Terseret Arus

“Kritik bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Kritik adalah bentuk kepedulian agar setiap pejabat publik terus meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Caca, budaya demokrasi yang sehat harus memberikan ruang bagi apresiasi sekaligus evaluasi. Ia mengingatkan bahwa jabatan publik pada dasarnya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Ia berharap seluruh wakil rakyat asal NTB, tanpa terkecuali, dapat terus memperkuat perannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“NTB membutuhkan lebih banyak kerja nyata, kolaborasi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Pada akhirnya, sejarah akan mencatat bukan siapa yang paling banyak dipuji, tetapi siapa yang paling banyak memberi manfaat bagi rakyat,” pungkas Caca Handika.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru